SABUROmedia, Ambon — Dalam upaya memperkuat dialog antara masyarakat dan pemerintah daerah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku menggelar audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor DLH Provinsi Maluku, Jl. Pengeringan Pantai Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ini fokus pada agenda Forbis road to Muktamar di Kota Ambon, pada Kamis pagi (17/09/2026).
Hadir dalam diskusi tersebut, Sekretaris DLH Maluku, Rusdi Mewal., S.Hut., M.Si dan Perencana Muda DLH Maluku, Iman Santoso., SP. Dari pihak MPW ICMI Provinsi Maluku, dipimpin Ahmad Ilham Sipahutar., ST., M.Si, Wakil Ketua II Bidang Bidang Kaderisasi Cendekiawan Muda, didampingi Muhar Syahdi Difinubun.
DLH menyambut baik inisiatif ini sebagai ruang kolaborasi, Rusdi Mewal memaparkan kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dan implementasinya di daerah.
” Untuk mengatasi keterbatasan yang ada ditengah kebijakan efisiensi yang ada, kami mengambil inisiatif memaksimalkan peran Penyuluh lingkungan hidup dengan mengedukasi warga dan komunitas masyarakat, khususnya pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Penyuluh dapat juga mendemonstrasikan cara memasukan sampah organik ke dalam wadah komposter atau tabung komposter yang dicampur dengan serbuk pengurai atau bubuk bokashi,” jelasya.
Beliau juga berharap kedepan, Bank Sampah yang sudah ada dapat dibantu permodalan oleh pihak ke-3, dan bisa lebih massif dengan kolaborasi dengan berbagai komunitas masyarakat, dengan bermitra dengan PT Milion Limbah Ambon (PT MLA), sebuah perusahaan pabrik daur ulang sampah plastik yang berlokasi di Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, pintanya.
Dalam visi jangka panjang, DLH juga sementara penjajakan kerjasama untuk mendatangkan Kapal Mobula 10, yakni kapal khusus pembersih sampah laut sepanjang sekitar 10 meter yang akan dioperasikan di kawasan Teluk Ambon melalui kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan organisasi non-pemerintah (NGO) asal Swiss/Prancis, The SeaCleaners. Untuk jangka waktu 3 tahun rencananya, ungkapnya.
Wakil Ketua II Bidang Bidang Kaderisasi Cendekiawan Muda ICMI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar memberikan apresiasi atas respons positif DLH Maluku terhadap berbagai usulan konstruktif dan rekomendatif terkait isu – isu lingkungan hidup, khususnya dalam mengatasi sampah.
Kita berharap ICMI Maluku dibawah pimpinan Dr Ruslan HS Tawari bisa terus bersinergi kedepan, dalam upaya membangun kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim, dimulai dengan edukasi, aksi nyata sehari-hari, dan penguatan inisiatif lokal. Diskusi yang kuat dan kohesi sosial membantu masyarakat memahami ancaman nyata dari krisis lingkungan, jelasnya
Kunjungan ini sendiri terkait rencana gelaran ICMI Maluku Fun Walk, yang akan dipadukan dengan aksi pembersihan pantai di kawasan Mardika, pemilahan sampah, edukasi pesisir, dan pengangkutan sampah bersama mitra kebersihan, sebagai rangkaian Road to Muktamar di Kota Ambon, setelah sebelumnya di Kabupaten Seram Bagian Barat, pungkasnya

Ilham juga menyoroti sampah bawah laut (marine debris), yang menjadi musuh utama pariwisata bawah air (underwater tourism) karena merusak keindahan visual dan membahayakan keselamatan. Keberadaan sampah ini, Plastik Sekali Pakai (Kantong, Botol, dan Bungkus Makanan), Styrofoam dan Mikroplastik, Sisa Pakaian dan Tekstil secara langsung menurunkan minat wisatawan untuk melakukan aktivitas seperti diving (selam) dan snorkeling, ” katanya.
Kesimpulan pertemuan ini menegaskan komitmen DLH untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Tuan Rumah Muktamar ke-VIII ICMI di Kota Ambon di Desember 2026 nantinya, khususnya dalam mendukung penyediaan Bak Sampah Mobile nantinya.
Pertemuan ini mencerminkan sinergi antara kaum cendekiawan dan birokrasi, diharapkan menjadi katalisator perubahan berkelanjutan dalam mengawal berbagai isu lingkungan hidup kedepan. (SM)