SABUROmedia, Ambon – PDK Kosgoro Maluku melalui BMK 1957 menggandeng BPVP Ambon menggelar Pelatihan TMT Pergantian Komponen AC, yang dipusatkan di Desa Waiheru.
Sekretaris Desa Waiheru, Dina L. Tibalimeten yang mewakili Kepala Desa Waiheru, hadir dalam acara pembukaan Pelatihan TMT Pergantian Komponen AC, kerja sama antara BPVP Ambon dengan Kosgoro, Rabu (19/08/2026).

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wadah bagi Pemuda, khususnya Desa Waiheru yang tidak saja hanya menanamkan semangat perjuangan dan persatuan, tetapi juga harus siap menjadi pemuda yang mandiri, terampil dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, pungkasnya.
“ Dizaman sekarang keterampilan teknis adalah bekal yang sangat berharga bukan hanya untuk ke butuhan diri sendiri dan keluarga, tetapi juga menjadi peluang usaha serta pelayanan bagi lingkungan sekitar, “ sambungnya.
Pemerintah Desa Waiheru memberikan apresiasi yang positif dan mendukung langkah Kosgoro Maluku untuk ikut melakukan pembinaan Pemuda Desa. Melalui pembinaan pemuda desa saat ini, adalah proses bimbingan dan pemberdayaan generasi muda di tingkat desa agar memiliki keterampilan, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial untuk aktif menggerakkan pembangunan serta memajukan potensi lokal, ujarnya.
Kami sangat berharap kedepan, akan banyak program lain yang bisa disinergikan bersama. Hari ini kita mulai dengan Pelatihan TMT Pergantian Komponen AC, yang akan memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung dipakai, tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Maluku, Ely Toisuta., S.Sos ke SM juga mengharapkan dukungan semua pihak, khususnya Pemerintah Desa/ Kelurahan/ Negeri untuk bisa menghadirkan program – program pembinaan generasi muda, yang mampu mendorong inovasi dan kreatifitas anak muda menuju kemandirian ekonomi. Hal ini akan sangat membantu mengatasi berbagai problematika sosial kemasyarakatan yang terjadi, khususnya berbagai kasus perkelahian antar kampung, pintanya.
Kosgoro (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong) 1957 memiliki sejarah panjang dalam orientasi pedesaan dan pembinaan pemuda. Organisasi ini memandang bahwa pembangunan nasional dan perbaikan kehidupan politik harus berakar dari pemberdayaan masyarakat serta pemuda di desa. Hal ini sesuai dengan Tri Dharma Kosgoro, orientasi pengabdian ditekankan pada integrasi dengan kehidupan masyarakat dan kaum pedesaan, jelasnya, yang juga Wakil Walikota Ambon ini.

Senada dengan itu, Ketua BMK 1957 Provinsi Maluku, Friady Toisuta, mengatakan kegiatan Tailor Made Training merupakan bagian dari komitmen organisasinya dalam meningkatkan kompetensi, kreativitas dan kemandirian pemuda hingga ke tingkat desa.
“ Pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari masyarakat akar rumput dengan menghadirkan program-program yang benar-benar memberikan manfaat praktis bagi generasi muda, “ ujarnya (SM)