SABUROmedia, Ambo0n — Nuansa religius dan semangat kompetisi yang luhur menyelimuti Gedung Islamic Center Kota Ambon pada Senin (22/06/2026) malam.
Wakil Bupati Buru, H. Sudarmo., SP., M.Si hadir secara langsung mewakili Bupati Buru untuk menyaksikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026. Perhelatan akbar ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerisa.
Kehadiran jajaran Pemerintahan Kabupaten Buru ini menegaskan komitmen kuat daerah dalam mendukung pembangunan mental-spiritual masyarakat melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kekuatan Kontingen Kabupaten Buru
Dalam ajang bergengsi tingkat Provinsi ini, Kabupaten Buru membawa representasi terbaiknya. Tidak tanggung-tanggung, Bumi Bupolo mengirimkan delegasi sebanyak 69 orang yang siap berjuang dan memberikan penampilan terbaik.
Komposisi kontingen terdiri dari :
40 Peserta Lomba : Para qari, qariah, dan hafiz/hafizah terbaik yang akan berlaga di berbagai cabang musabaqah.
19 Official dan Pelatih : Tim pendukung teknis dan mental yang bertugas mengawal performa peserta selama kompetisi berlangsung.
Sinergi Pemimpin dan Penggerak Daerah
Kehadiran Wakil Bupati Buru di Islamic Center didampingi oleh jajaran tokoh penting daerah, yang mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung kafilah, dimana tampil Ny. Sahriyani Sudarmo (Ketua LPTQ Kabupaten Buru sekaligus Ketua Kafilah), yang memimpin langsung pergerakan dan strategi kontingen di lapangan.

Hadir juga Ny. Mohra Ikram Umasugi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buru bersama Bapak Nawawi Tinggapy., S.Sos., MM sebagai Asisten 1 Setda Kabupaten Buru guna memberikan dukungan moral dan motivasi bagi para peserta.
Disamping itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, sebagai representasi bimbingan keagamaan formal di daerah.
Esensi MTQ: Lebih dari Sekadar Kompetisi
” MTQ bukan sekadar ajang unjuk kebolehan seni membaca Al-Qur’an, melainkan sebuah instrumen strategis untuk membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Maluku”
Secara sosiologis dan ilmiah, kegiatan MTQ memiliki dampak multi-dimensi. Selain menjadi ruang integrasi sosial yang mempererat tali silaturahmi antar-kabupaten/kota di Maluku, ajang ini juga menjadi sarana edukasi karakter bagi generasi muda guna membentengi diri di era modernisasi.
Melalui momentum MTQ XXXI ini, Kafilah Kabupaten Buru optimis dapat mengukir prestasi gemilang sekaligus membawa pulang nilai-nilai positif untuk diterapkan dalam pembangunan daerah yang religius, maju, dan harmonis. (SM)