SABUROmedia, Malteng — Tim Dosen Universitas Pattimura (Unpatti) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk : “ Edukasi dan Sosialisasi Teknologi Budidaya Ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) Berbasis IMTA dan Ramah Lingkungan” di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Jum’at (19/06/2026)

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengelola budidaya ikan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan perairan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Ruku Ratu Borut., S.Pi., MP selaku Ketua Tim, bersama tiga anggota tim yaitu Eka Triyana., S.Pd., M.Mat., Dr. Risyart Alberth Far-Far., SP., M.Si dan Erlin Eveline., M.Pd.

Tim ini merupakan kolaborasi lintas keahlian, mulai dari bidang perikanan, pendidikan matematika, pertanian, hingga pendidikan, yang menunjukkan pendekatan multidisiplin dalam menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Teknologi IMTA untuk Budidaya Berkelanjutan
Dalam paparannya, Dr. Ruku Ratu Borut menjelaskan bahwa pendekatan Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) memungkinkan pembudidaya memelihara beberapa jenis organisme akuatik dengan tingkat trofik berbeda dalam satu sistem, sehingga limbah organik dari satu jenis budidaya dapat dimanfaatkan oleh jenis organisme lain. Pendekatan ini diyakini dapat menekan pencemaran perairan di sekitar Keramba Jaring Apung (KJA) sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

“ Selama ini banyak praktik budidaya di KJA yang masih konvensional dan berpotensi menimbulkan akumulasi limbah organik di dasar perairan. Melalui pendekatan IMTA, kami ingin masyarakat Negeri Hila dapat mengembangkan budidaya terpadu secara lebih produktif namun tetap menjaga kualitas perairan untuk jangka panjang,” ujar Ruku Ratu Borut.

Antusiasme Warga dan Pemerintah Negeri
Kegiatan yang berlangsung di Negeri Hila ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Selain pemaparan materi, tim juga memberikan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menjawab secara teknis yang dipraktekan warga, seperti penentuan kepadatan tebar, pemilihan jenis biota pendamping, dan cara menjaga kualitas air di keramba jaring apung.

Eka Triyana., S.Pd., M.Mat., yang turut membawakan materi terkait pencatatan dan analisis sederhana hasil produksi, menyampaikan bahwa pemahaman dasar pengelolaan data produksi penting dimiliki pembudidaya agar dapat mengevaluasi keberhasilan usaha secara berkala.

Sementara itu, Dr. Risyart Alberth Far-Far., S.P., M.Si. menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar area budidaya, termasuk potensi ekonomi dan pemanfaatan biota laut lokal sebagai komponen pendukung dalam sistem IMTA. Adapun Erlin Eveline, M.Pd. berperan dalam penyusunan materi edukasi yang komunikatif agar mudah dipahami oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Diharapkan Berlanjut dan Berdampak Jangka Panjang.

Tim PkM Universitas Pattimura berharap kegiatan edukasi dan sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal dari pendampingan yang berkelanjutan kepada masyarakat Negeri Hila. Ke depan, tim berencana melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan penerapan teknologi IMTA dapat diadopsi secara bertahap oleh para pembudidaya setempat.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Pattimura dalam menjalankan salah satu pilar Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan di wilayah pesisir Maluku. (SM)