SABUROmedia, Ambon — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Maluku menerima kunjungan Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Dr Subair, bersama rombongan dalam rangka silaturahmi dengan pimpinan partai politik, Kamis siang (28/05/2026) di Sekretariat DPD Partai Golkar Maluku, Karpan Ambon.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu membangun komunikasi yang konstruktif dengan partai politik sebagai peserta pemilu, sekaligus menyerap masukan terkait pengelolaan pemilu ke depan.
Konsolidasi demokrasi yang dilakukan oleh Bawaslu ke partai politik adalah langkah pencegahan dan koordinasi berkelanjutan di masa non-tahapan pemilu. Tujuannya untuk mempererat komunikasi, mengevaluasi regulasi, meningkatkan ketaatan administrasi, dan mencegah potensi pelanggaran seperti politik uang dan netralitas pada Pemilu 2029.

Bawaslu Serap Masukan Parpol
Subair menjelaskan, silaturahmi ini tidak sekadar agenda formal, tetapi juga sebagai ruang dialog terbuka antara penyelenggara dan peserta pemilu.
“Kunjungan ini kami maksudkan untuk bersilaturahmi sekaligus meminta pendapat dan masukan dari partai politik, termasuk Partai Golkar, dalam mengelola pelaksanaan pemilu ke depan agar semakin berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, partai politik memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, sehingga pandangan dan pengalaman parpol menjadi penting dalam merumuskan langkah-langkah pengawasan yang lebih efektif.
Ia menambahkan, Bawaslu berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi pencegahan, pengawasan, serta penindakan terhadap potensi pelanggaran pemilu, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan profesionalitas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berjalan sesuai aturan, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh peserta,” katanya.
Golkar Dukung Penguatan Pengawasan
Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Ali Lessy, menyambut baik kunjungan Bawaslu Maluku tersebut.
Menurut Umar, silaturahmi antara penyelenggara dan peserta pemilu merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi yang sehat demi memperbaiki kualitas demokrasi.
“ Silaturahmi seperti ini sangat baik, karena membuka ruang komunikasi antara penyelenggara dan peserta pemilu dalam rangka memperbaiki kualitas demokrasi dan tata kelola pemilu yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh sinergi antar seluruh pihak yang terlibat.
Harap Bawaslu Profesional dan Independen
Umar berharap Bawaslu Maluku dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal, terutama dalam mengawal seluruh tahapan pemilu agar berjalan jujur, adil, dan transparan.
Menurutnya, sebagai lembaga pengawas, Bawaslu dituntut untuk tetap menjaga independensi, profesionalitas, serta integritas dalam setiap pengambilan keputusan.
“Bawaslu harus hadir sebagai pengawas yang tegas, objektif, dan tidak berpihak. Setiap potensi pelanggaran harus ditindak sesuai aturan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar Bawaslu lebih mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi politik kepada masyarakat, sehingga potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak awal.
“Pengawasan tidak hanya soal penindakan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran bersama agar semua pihak patuh terhadap aturan yang berlaku,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap sinergi antara Bawaslu dan partai politik dapat terus terjalin, guna mewujudkan pemilu yang berkualitas, berintegritas, serta dipercaya oleh masyarakat. (SM)