SABUROmedia, Bali — Kabar membanggakan datang dari dunia seni dan kreativitas anak muda Kota Ambon. People Halong Dance (PHD) Crew, Kelompok Tari Modern yang bermarkas di Halong Atas, Kecamatan Baguala, sukses mencatat prestasi gemilang di ajang internasional World of Dance (WOD) 2026 di Dharma Negara Alaya (DNA) dan Werdhi Budaya Art Center, Denpasar, Bali, 13–16 Mei 2026.

Melalui penampilan yang memukau, Tim asal Ambon ini berhasil menempati posisi **Top 5 Global** dan meraih predikat **Top 1 Asia**, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon.

Keberhasilan tersebut diraih setelah PHD Crew tampil dalam kompetisi World of Dance yang berlangsung di Taman Budaya Karang Panjang, Ambon, pada 18 April 2026. Dalam kategori Team Division, mereka berhasil keluar sebagai juara pertama dengan nilai impresif sebesar 96,35 poin.

Ketua PHD Crew, Brian Manuhutu, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui seluruh anggota tim.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa talenta muda Ambon mampu bersaing di level dunia jika diberikan kesempatan dan ruang untuk berkembang.

“ Pencapaian ini bukan sesuatu yang instan. Semua berawal dari latihan, disiplin, dan komitmen seluruh anggota untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Ajang ini dinilai oleh para juri profesional yang berasal dari berbagai negara Asia, sehingga setiap peserta benar-benar di uji berdasarkan kualitas penampilan dan kreativitas yang ditampilkan di atas panggung.

Untuk mempersiapkan kompetisi tersebut, PHD Crew menjalani latihan intensif selama kurang lebih tiga bulan. Sejak Januari hingga April 2026, para penari terus mengasah kemampuan demi menghadirkan pertunjukan yang berbeda dan berkesan.

Sebanyak 16 penari tampil membawakan konsep hip-hop modern yang dipadukan dengan unsur hiburan. Penampilan mereka semakin menarik berkat kostum bernuansa futuristik yang terinspirasi dari film *Dune*, serta koreografi yang menyisipkan sentuhan humor tanpa mengurangi kualitas artistik.

Keseragaman gerakan, energi yang kuat, dan alur pertunjukan yang dinamis menjadi nilai tambah yang membuat para juri memberikan apresiasi tinggi kepada tim asal Ambon tersebut. Penampilan mereka juga diperkuat dengan musik hip-hop yang di-remix secara khusus sehingga menciptakan atmosfer pertunjukan yang penuh karakter.

Prestasi tahun ini menjadi momen kebangkitan bagi PHD Crew. Pada tahun 2024 lalu, mereka pernah mengikuti World of Dance di Bali dan berhasil menembus lima besar nasional.

Saat itu, mereka bahkan memperoleh kesempatan tampil di Amerika Serikat melalui jalur wild card. Namun kesempatan tersebut harus dilepaskan karena keterbatasan biaya.

Alih-alih menyerah, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berkembang dan kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka di ajang berikutnya.

Meski menggunakan nama Halong, anggota PHD Crew berasal dari berbagai wilayah di Kota Ambon. Mereka dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap seni tari dan semangat untuk membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat dukungan tim kreatif yang turut berperan dalam menyusun konsep pertunjukan, termasuk Emilio Noel Halamury yang bertindak sebagai konseptor dan sutradara penampilan.

PHD Crew berharap pencapaian ini dapat menjadi perhatian bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar semakin banyak dukungan diberikan kepada komunitas seni dan generasi muda yang berprestasi.

Keberhasilan menembus lima besar dunia membuktikan bahwa kreativitas anak-anak muda Ambon memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai negara. Prestasi ini sekaligus memperkuat citra Kota Ambon sebagai salah satu daerah yang terus melahirkan talenta berbakat di bidang seni dan kreativitas. (SM)