SABUROmedia, SBB — Salah Satu Pemuda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) angkat bicara terkait polemik penurunan status 10 desa persiapan menjadi dusun.
Mereka menilai, keputusan tersebut bukan merupakan akibat dari kebijakan Bupati AA yang sedang menjabat saat ini.
Rais Tuhuteru, Salah satu Pemuda SBB menegaskan bahwa proses penetapan hingga evaluasi desa persiapan telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, bahkan sebelum kepemimpinan Bupati Asri Arman saat ini.

Oleh karena itu, menurut mereka, tidak adil jika tanggung jawab sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah saat ini.
โ Kami melihat ini sebagai proses panjang yang sudah berjalan dari sebelumnya. Jadi jangan semua diarahkan kepada bupati sekarang,โ ujar salah satu tokoh pemuda dalam keterangannya.
Rais Tuhuteru ke SM, Jum’at (03/04/2026), Juga mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini secara objektif dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Dia menilai, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar wilayah yang terdampak dapat segera berkembang dan memenuhi syarat sebagai desa definitif di masa mendatang.
Selain itu, dia berharap pemerintah daerah tetap memberikan perhatian serius, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan administrasi desa.
โ Saya sebagai pemuda siap mendukung Pemerintah dalam proses pembinaan. Harapannya, ke depan desa-desa ini bisa kembali diusulkan dan ditetapkan secara resmi,โ tutupnya.
Dengan adanya pernyataan ini, diharapkan polemik di tengah masyarakat dapat mereda, serta tercipta pemahaman bersama. (SM)