SABUROmedia, Malra — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi masyarakat pasca bentrok antar kelompok pemuda yang terjadi di Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), pada Kamis – Jumat, 26 – 27 Maret 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Minggu (29/03/2026) sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap situasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Nefra Firdaus Lubis, serta Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun.

Dalam dialog bersama masyarakat, Gubernur menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemimpin yang menginginkan konflik terjadi di tengah rakyatnya.

“Tidak ada,” tegasnya.

Menurut Gubernur, peristiwa yang terjadi merupakan hal yang sangat disesalkan.

Namun demikian, ia mengajak seluruh pihak untuk menerima kenyataan dengan lapang dada dan fokus pada upaya pemulihan.

“ Peristiwa ini sudah terjadi. Kita tidak punya kemampuan Ilahi untuk membalikkan keadaan seperti semula. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah bersama-sama menjaga situasi agar kembali aman dan damai,” ujarnya.

Gubernur juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan kearifan lokal dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, berupa 500 paket makanan siap saji, 500 paket makanan anak, 100 unit kasur, 2 unit tenda serbaguna, 1 unit lampu darurat portable, 5 unit tenda keluarga, 3 unit tenda keluarga portable, 5 lembar tenda gulung, 75 paket perlengkapan anak (kids ware), serta 75 paket kebutuhan keluarga (family kit).

Selain itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan seragam sekolah masing-masing 50 stel untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, serta 75 stel perlengkapan sholat.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta kedamaian di Kabupaten Maluku Tenggara. (SM)