SABUROmedia, Ambon – Ketua Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES) Provinsi Maluku, Ir Sadali IE., M.Si., IPU mendorong kolaborasi penyelenggaraan Halal Fest berbasis masjid sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku. Pendekatan ini bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Ide ini disampaikan beliau di sela – sela acara Buka Puasa Bersama Ormas – OKP Islam di Karang Panjang Kota Ambon, Selasa (17/03/2026).
“ Kita harus kreatif, tetap optimis dan bergotong royong dalam menggerakkan perekonomian ummat berbasis Masjid, ditengah kebijakan efisiensi fiskal oleh pemerintah pusat hingga dampak ekonomi nasional akibat ketegangan geo-politik antara Amerika Serikat (AS) – Israel, dan Iran, yang akan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat karena Ekonomi Islam mengedepankan nilai-nilai moral dan keadilan,” jelas beliau, yang saat ini juga menjabat Sekda Provinsi Maluku ini.
Senada dengan itu, Akademisi UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon (AMSA), Dr. Mar’atun Shalihah., M.Si, yang juga Pengurus MES Maluku ini, mengungkapkan bahwa Momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan sekaligus meneguhkan komitmen dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah Indonesia di Maluku melalui agenda buka puasa bersama ini.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi luas dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, akademisi, ulama, hingga organisasi masyarakat akan mencerminkan komitmen MES untuk mempercepat penerapan sistem keuangan dan ekonomi syariah yang inklusif di Indonesia, ujarnya.
“ Melalui diskusi awal tadi, kita telah menyatukan persepsi, insya allah kedepan habis lebaran Idul Fitri, kita dorong Maluku Halal Fest Masjid Raya Al-Fatah, kolaborasi bersama MES – DMI – ICMI – BKPRMI Maluku, “ Ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Umum MPW ICMI Maluku, Dr Ruslan HS Tawari bahwa Potensi ekonomi halal Indonesia pada 2026 diproyeksikan sangat masif, didorong oleh wajib sertifikasi halal makanan-minuman (UWK) per 17 Oktober 2026, dengan proyeksi ekspor produk halal mencapai USD 41,4 miliar. Indonesia menargetkan diri menjadi pemain utama halal global melalui pertumbuhan sektor fashion, pariwisata ramah muslim, serta aset keuangan syariah yang mencapai Rp 9.200, belum lagi potensi dari kebijakan dapur – dapur MBG kedepan, jelasnya.
“ Dengan kolaborasi dan juga langkah-langkah yang terintegrasi ini tentu kami yakin nantinya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Maluku akan berjalan maksimal dan jauh lebih baik, “ Sambungnya.
Ketum DPW BKPRMI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar juga menyambut baik ide ini, kita dorong Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Koperasi dan Investasi (LPEKIN-BKPRMI) bersama DMI nanti untuk mewujudkan ide ini.
“ Kita berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, OJK, lembaga keuangan dan stakeholder terkait terus diperkuat agar inklusi dan literasi keuangan syariah semakin berkembang, maupun manfaatnya dirasakan secara luas dan merata oleh masyarakat Maluku,” Pungkasnya.
Dalam launching nanti juga kita hadirkan Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan sektor jasa keuangan, tutupnya (SM)