SABUROmedia, Aceh — Fakultas Kedokteran Univeritas Pattimura (FK Unpatti) Ambon, kirim tim medis ke Aceh Tamiang. Mereka telah berada di kabupaten tersebut sejak 18 Desember 2025 dengan beri bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana di daerah itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FK Unpatti, dr Farah Christina Noya dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).

โ€œ Inisiatif pengiriman tim medis ke Aceh Tamiang, bagian dari respon kita bantu warga dalam kondisi darurat,โ€ katanya.

Di Aceh Tamiang, kata Farah lagi, pihaknya telah bergerak beri pelayanan kepada warga terdampak. Layanan diberikan berupa medis intensif hingga kegawatdaruratan dan pasien rawat jalan di lokasi-lokasi posko-posko pengungsian.

Di Aceh Tamiang, tim medis FK Unpatti beri layanan kesehatan di Posko Bencana Pematang Darian. Di lokasi itu, sebanyak 40 orang diberikan pelayanan medis. Selain itu juga, pihaknya membuka layanan kesehatan di Puskesmas Bandar Pusakat.

TBM FK Unpatti juga memberikan pelayanan kesehatan di Posko Bencana Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan total 35 pasien.

Sementara di Puskesmas Tamiang Hulu yang dijadikan posko utama tim, tercatat sebanyak 111 pasien mendapatkan layanan medis.

โ€œ Rincian pasien yang kami tangani meliputi 11 pasien Unit Gawat Darurat, 57 pasien penyakit dalam, tujuh pasien bedah, 13 pasien paru, serta 23 pasien anak,โ€ ungkap Farah.

Selain pelayanan medis, TBM FK Unpatti juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi kelambu, sarung, mukena, handuk, hingga sajadah yang dibagikan langsung kepada masyarakat.

Dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini, tim FK Unpatti berkoordinasi dengan Health Emergency Operation Centres (HEOC) Kementerian Kesehatan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan berjalan terintegrasi, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kehadiran tim medis dari Maluku di Aceh ini menjadi pengingat bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Di tengah bencana, kerja kolektif lintas daerah menjadi kekuatan utama dalam memulihkan harapan masyarakat terdampak. (SM)