SABUROmedia, Ambon — Universitas Pattimura berkomitmen memberikan dukungan akademik dan keahlian kepada INPEX dalam pelaksanaan Proyek Abadi LNG Masela yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Ruslan H. S. Tawari., S.Pi., M.Si dalam sesi diskusi bersama INPEX, pada Kamis, (20/11/2025) di ruang Kerja Rektor Universitas Pattimura.
Dr. Tawari menjelaskan bahwa Unpatti mendorong para pakar di lingkungan universitas untuk berpikir secara kolektif dan memberikan kontribusi positif terhadap konstruksi, perencanaan, dan pengembangan proyek Masela.
Beliau mengakui bahwa terdapat beberapa kebutuhan teknis spesifik seperti pengelasan bawah air, penempatan pipa bawah laut, dan eksplorasi kelautan yang memerlukan kolaborasi dengan institusi berpengalaman seperti ITB dan ITS. Oleh karena itu, Unpatti membuka ruang sinergi antarperguruan tinggi untuk memastikan dukungan keilmuan yang diberikan dapat memenuhi standar teknis industri energi.
Dr. Tawari menjelaskan bahwa pengembangan INPEX Masela mencakup pembangunan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) di wilayah perairan sekitar Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta fasilitas onshore LNG yang juga akan dibangun di wilayah yang sama. Proyek ini turut melibatkan pemasangan pipa bawah laut sebagai infrastruktur utama produksi dan distribusi gas.
Melalui kerja sama ini, Unpatti diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi pada aspek teknis dan sosial proyek, namun juga memanfaatkan peluang besar ini untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, riset aplikatif, serta kemampuan UMKM binaan (SME) di Maluku. Sebagai mercusuar pendidikan di wilayah timur Indonesia, Unpatti diyakini dapat memberikan masukan konstruktif yang mendukung kelancaran proyek sekaligus memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ditempat yang sama Vice President Supply Chain Management INPEX Masela Ltd Rudi imran., ST,. MM,. IPU mengatakan INPEX saat ini tengah memasuki tahap front-end engineering design (FEED) dalam pelaksanaan Proyek Abadi LNG Masela. Pada tahap ini, kontraktor akan menghasilkan berbagai dokumen teknis yang menjadi dasar perencanaan dan pengembangan proyek.
Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk memastikan kualitas kajian dan desain, INPEX menggandeng tiga perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), serta Universitas Pattimura (Unpatti) melalui mekanisme independent design review.

Rudi Imran menyampaikan bahwa semua dokumen yang dihasilkan oleh kontraktor akan diserahkan kepada ketiga perguruan tinggi tersebut untuk dikaji secara independen. Kolaborasi ini dilakukan agar setiap aspek teknis yang memerlukan perhatian dapat diidentifikasi sejak awal melalui tinjauan akademik yang objektif dan multidisipliner.
Secara khusus, INPEX meminta Universitas Pattimura untuk melakukan review terhadap dokumen yang berkaitan dengan aspek environment, social, and governance (ESG). Hal ini mencakup penilaian dampak sosial proyek terhadap masyarakat di wilayah sekitar pengembangan Masela. Selain itu, Unpatti juga diminta menugaskan sejumlah subject matter experts untuk bekerja bersama ITB dan ITS dalam mengkaji dokumen teknis yang lebih spesifik.
Menutup wawancaranya Rudi Imran mengatakan Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari komitmen INPEX untuk memastikan bahwa pengembangan Proyek Strategis Nasional Masela dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis, sosial, dan lingkungan secara menyeluruh. (SM)