SABUROmedia, SBB — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Seram Bagian Barat Ikut mendesak Polda Maluku untuk segera mengungkap Pelaku Pembunuhan Almarhum Gafar Wawangi, warga Desa Waesili kecamatan Waesama Kab Buru Selatan Provinsi Maluku beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Ketua PMII Cabang SBB, Ahmad Sidik melalui rilis ke SM, Rabu (10/09/2025) yang menekankan bahwa Polsek Waesama  dan Polres Bursel membiarkan kejahatan ini berkelanjutan.

Menurutnya, Kasus pembunuhan Gafar Wawangi hingga saat ini belum juga terungkap, dimana kejadian Itu bermula pada tanggal 06 November 2025 sampai sekarang, 13 November 2025, Pelaku pembunuhan Gafar Wawangi belum ada progres ataupun kejelasan pasti dari pihak Polsek Waesama dan Polres Buru Selatan, yang hingga saat ini dinantikan pihak keluarga, jelasnya.

“Ahmad Sidik menduga bahwa Polsek Waesama maupun Polres Buru Selatan telah lalai dalam proses penyelidikan ini. Kasus ini sudah hampir satu Minggu belum ada kepastian proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek waesama dan Polres Buru Selatan, ” keluhnya.

” Ia juga menambahkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi ditempat tersebut yang menimpa seorang ibu Naima dan sampai sekarang juga Polsek Waesama dan Polres Buru Selatan tidak mampu mengungkap kasus tersebut, Ungkapnya.

“Kasus tragis tersebut bukan peristiwa tunggal, tetapi telah berulang kali terjadi dan menimbulkan rasa takut serta trauma mendalam di kalangan masyarakat setempat. Ia menilai aparat penegak hukum, khususnya Polres Buru Selatan dan Polsek Waesama, terlalu lamban dan terkesan abai dalam menangani kasus tersebut. 

“ Lambannya penanganan kasus ini menimbulkan keresahan dan rasa tidak aman bagi masyarakat. Pelaku masih bebas berkeliaran, sementara warga hidup dalam ketakutan,” ujar Ahmad Sidik, alumni Unpatti ini.

Ahmad Sidik menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada perkembangan berarti dalam pengungkapan kasus ini, maka pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi di depan Polda Maluku. Aksi tersebut dimaksudkan untuk menuntut Kapolda Maluku segera mengevaluasi Kapolres Buru Selatan dan Kapolsek Waesama yang diduga lalai dan tidak profesional dalam menangani perkara tersebut.

“ PMII SBB akan turun ke jalan jika kasus ini terus dibiarkan tanpa hasil. Kami menuntut keadilan bagi korban dan rasa aman bagi masyarakat Waesili,” tegas Ahmad Sidik

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengumumkan siapa pelaku pembunuhan Gofur Wawangi.

Sementara itu, aktivitas warga Desa Waesili masih belum pulih sepenuhnya akibat trauma pasca peristiwa tersebut.

“ Kami berharap kepolisian bekerja cepat dan transparan. Jangan sampai kasus ini hilang tanpa jejak seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Kami akan terus mengawal hingga pelaku tertangkap dan diadili,” pintanya. (SM)