SABUROmedia, Ambon — Penyerahan Surat Keputusan tentang izin pembukaan program studi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XII Dr. Jantje Eduard Lekatompessy menandai dibukanya resmi dua program studi di Universitas Pattimura.

Dua program studi baru itu yakni Program Studi Pembangunan Sosial dan Program Studi Oseanografi Yang SK-nya diterima oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Dr. Ruslan H. S. Tawari di ruang kerja Rektor Universitas Pattimura pada Jumat, (08/09/2025).

Tawari menyampaikan kehadiran dua program studi baru ini menjadi langkah strategis bagi Unpatti dalam memperluas bidang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul di berbagai sektor.

“ Tantangan kita adalah menyiapkan akreditasi minimal terhadap dua program studi baru ini, dengan skema akreditasi yang baru – tentunya terakreditasi baik atau bahkan unggul. Kami akan berupaya agar kedua program studi ini dapat memenuhi standar tersebut,” ujar Dr. Ruslan.

Tawari mengaku bahwa pihak universitas akan mempersiapkan sumber daya pendidik, tenaga kependidikan, serta sosialisasi kepada masyarakat agar program studi baru ini dapat dikenal secara luas dan diminati calon mahasiswa.

“ Program Studi Oseanografi merupakan bidang yang langka, dan tren kemahasiswanya masih terbatas. Sementara Program Studi Pembangunan Sosial hanya dimiliki oleh beberapa universitas di Indonesia. Oleh karena itu, kami perlu bekerja keras melakukan sosialisasi dan rekrutmen mahasiswa,” lanjutnya.

Menurutnya, tahap awal rekrutmen akan mengikuti standar minimal dengan lima dosen pengajar dan sekitar tiga puluh mahasiswa baru, sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap kedua program studi ini dapat segera berjalan optimal dan menjadi bagian dari komitmen Universitas Pattimura dalam mencetak lulusan berkualitas serta memperkuat posisi universitas menuju akreditasi unggul.

“ Tantangan kita adalah menyiapkan akreditasi minimal terhadap dua program studi baru ini dengan skema akreditasi yang baru, tentunya agar dapat mencapai akreditasi unggul,” ujarnya.

“ Program Studi Oseanografi merupakan bidang yang luar biasa dan cukup langka, sehingga perlu kerja keras dalam menarik minat mahasiswa. Sementara Program Studi Pembangunan Sosial, sejauh yang kami ketahui, menjadikan Universitas Pattimura sebagai salah satu dari sedikit universitas di Indonesia yang memiliki program studi tersebut. Program ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Tawari juga menjelaskan bahwa pada tahap awal, proses rekrutmen dosen dan mahasiswa akan dilakukan sesuai standar minimal, yakni lima orang dosen dan sekitar tiga puluh hingga empat puluh mahasiswa baru, agar kegiatan akademik dapat segera berjalan dengan baik. (SM)