SABUROmedia, Ambon – Bawaslu Provinsi Maluku menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Bersama Mitra Kerja, di Hotel Zest, Jalan Imam Bonjol, Kel Ahusen, Kec. Sirimau Kota Ambon, pada Senin (01/09/2025).

Kegiatan ini mengambil tema : “ Evaluasi Pengawasan Pemilihan Umum dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 ”.

Kegiatan yang merujuk pada amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025 – 2029, yang menekankan pentingnya membangun lembaga demokrasi yang kuat dan berfungsi substantive tersebut menghadirkan Neni Nur Hayati, Direktur Democracy and Electoral Partnership (DEP) sebagai pembicara, bersama Dayanto, Tenaga Ahli Ketua Bawaslu RI dan Anggota Komisi II DPR RI Arief Wibowo via zoom.

Ketua Bawaslu Maluku, Dr. Subair., M.Si dalam sambutannya mengatakan kegiatan Evaluasi Pengawasan Pemilihan Umum dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 diselenggarakan Bawaslu di seluruh Indonesia, serta nantinya akan juga dilaksanakan di seluruh Bawaslu Kabupaten/ Kota di Maluku.

” Tetapi klaim kami pasti hanya sepihak jika tidak mendapatkan penilaian dari seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan. Karenanya kegiatan ini sangat penting untuk mendapatkan penilaian balik (fedback) bahkan juga mungkin mendapatkan kritik yang pada waktunya nanti kedepannya menjadi lebih baik,” Pungkasnya.

” Setidaknya kami (Bawaslu) akan fokus pada penguatan kelembagaan dan kapasitas. Kami juga masih akan bersentuhan dengan stakeholder untuk melaksanakan tugas-tugas yang tetap harus dilaksanakan di luar tahapan, seperti bersama-sama dengan teman-teman di KPU melaksanakan pemuktahiran data pemilih berkelanjutan,” Sambungnya.

Sementara itu Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang diwakili Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bawaslu Maluku atas penyelenggaraan Evaluasi Pengawasan Pemilihan Umum dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 dalam rangka penguatan kelembagaan Pemilu bersama mitra kerja Bawaslu, dalam mengidentifikasi segala bentuk permasalahan yang terjadi, sekaligus sebagai bahan evaluasi perbaikan agar pelaksanaan Pemilu yang akan datang bisa menjadi lebih baik.

Dikatakan Pemilu adalah salah satu mekanisme demokrasi yang sangat penting dalam pemilihan. Masyarakat diberikan kesempatan dan hak untuk menentukan pilihan mereka yang akan mempengaruhi masa depan pembangunan daerah dan negara.

Acara ini turut dihadiri Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Maluku, Perwakilan organisasi kepemudaan, LSM, Partai Politik, Insan Pers dan Bawaslu Kab/ Kota Se-Maluku. (SM)