SABUROmedia, Jakarta -– Film Fiksi Baju Wasiat Beta dan Sagu garapan Ali B. Kilbaren Produksi Wanu Sinema, meraih Juara terbaik dua pada gelaran Festival Film Pendek Berbahasa Daerah Tahun 2024 kategori Mahasiswa dan umum yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI di Jakarta.

Diketahui bahwa tujuan dari dilakukan Festival Film ini dalam rangka untuk mempromosikan bahasa daerah, serta menyebarluaskan semangat dan kecintaan masyarakat indonesia terhadap bahasa daerah itu sendiri.

Film berdurasi sekitar 7 menit ini diproduksi di Desa Kian Darat Kecamatan Kian Darat Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku, didanai oleh Rumata’ArtSpace dalam program Bacarita Digital Volume 2 yang mengangkat tema kekayaan pangan nusantara.

“ Film Baju Wasiat yang kami kirim untuk mengikuti Festival dan alhamdulilah kami lolos di antara banyaknya Film yang ikut mendaftar dan Film Baju Wasiat berhasil meraih juara dua terbaik pada gelaran festival tersebut,” kata sutradara Film Baju Wasiat, Ali B. Kilbaren saat dihubungi Via telpon seluler di Jakarta. Selasa, (29/10/2024).

Sutradara film Baju Wasiat Ali B. Kilbarin pada media ini mengungkapkan dirinya bukan saja merasa bangga karena penghargaan tersebut, tetapi juga nilai dari Film yang berhasil menyampaikan pesan dalam mengangkat bahasa asli daerah Kabupaten yang bertajuk Ita Wotu Nusa Seram Bagian Timur itu.

“ Kami bangga, bukan saja karena Film ini menang penghargaan, tetapi juga nilai dari Film ini yang berhasil menyampaikan pesannya dalam mengangkat Bahasa asli daerah Seram Bagian Timur dengan balutan budaya ,” ujarnya saat dikonfirmasi vhia WhatsApp.

Film yang diperankan M. Gabar Rumakat sebagai Arman dan Rauf Rumoga sebagai Joni ini, bercerita tentang seorang anak petani sagu yang cerdas, tak ingin meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai petani sagu.

Dia berkeinginan untuk terus bersekolah dan menggapai mimpinya sebagai orang yang sukses, namun ayahnya memaksa anaknya untuk melanjutkan tradisi menjadi petani sagu yang diwariskan melalui sebuah baju lusuh milik kakeknya.

Program Manager Wanu Sinema dan juga Penulis naskah Film Baju Wasiat M. Kasim Rumain juga membenarkan hal tesebut.

“Kami dari Komunitas Wanu Sinema menyambut secara euforia lolosnya Film kami dan mendapat juara dua pada gelaran Festival Film berbahasa daerah, Hal ini dikarenakan, Festival Film Berbahasa Daerah ini merupakan festival yang bergengsi yang menghadirkan berbagai komunitas Film yang ada di Indonesia dan kami berhasil mendapat penghargaan ini sangat luar biasa turut hadir,” Jelasnya. (SM-GriezSBT)