SABUROmedia, SBT — Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Tiimur ( SBT) Ismail Rumwokas., S.Ag yang juga  menjadi Sekretaris  Panitia Calon Jama’ah Haji mengkonfirmasi terjadinya ricuh karena kurangnya atau mis-komunikasi panitia dengan perwakilan pendamping calon Jama’ah Haji yang diberangkatkan menuju Kota Ambon.

 

Ismail Rumwokas menjelaskan, bahkan pasca kejadian yang ricuh itu adalah salah mis-komunikasi antara panitia dengan pihak yang menerima kartu atau pendamping daripada Jama’ah haji tersebut.

 

Karena saya melihat bahwa terjadi mis-komunikasi itu. Sehingga, karena pada saat itu ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari orang-orang yang memiliki Kartu itu.

 

Rumwokas selaku Sekretaris panitia CJH juga heran dengan tindakan panitia lainnya karena panitia memberikan orang lain masuk bersama CJH sementara orang yang diberikan kartu pendampingan tersebut tidak.

 

” Kenapa keluarga pendamping CJH tidak bisa dilayani masuk atau tidak bisa di dalam mendampingi keluarga atau orang mereka, sementara menjalankan perjalanan Haji, sementara yang lain itu dimasukkan, ” Pungkas Rumwokas

 

Sebelum itu juga Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Tiimur memperkenalkan identitasnya ke wartawan SM bahwa kapasitasnya sebagai panitia adalah sekretaris panitia yang juga Kepala Seksi BIMAS Islam.

 

Kata Rumwokas saat dikonfirmasi wartawan SM meyampaikan bahwa peristiwa kejadian ricuh tersebut benar terjadi pada saat pelaksanaan  keberangkatan CJH itu.

 

” Setelah saya amati, ada beberapa peristiwa atau beberapa kejadian yang akan benar terjadi pada saat pelaksanaan perjalanan ibadah haji, ” ujarnya saat dikonfirmasi Wartawan SM pada Sabtu (03/06/2024).

 

Persoalan  peristiwa yang terjadi di pintu masuk Bandara Kufar hari itu adalah persoalan mis-komunikasi antara penitia dengan pihak – pihak yang menerima kartu atau pendamping daripada jemaah haji itu, ” jelasnya

 

 

” Saya sampaikan bahwa pada saat itu memang benar – benar terjadi mis-komunikasi sebab awalnya kartu yang diberikan kepada mereka itu dikhususkan mendampingi Jamaah atau orang tuanya khususnya di Masjid Agung Bula, sampai di situ saja, “.

 

Masih Rumwokas, kemudian lepas dari Masjid Agung, naik di dalam mobil dan terus menuju Bandara Kufar, itu sudah tidak menggunakan pendampingan lagi, sehingga terjadi mis-komunikasi itu, ” Terang Ismail.

 

Selain itu Dia menambahkan, Kalau memang informasi itu disampaikan kepada mereka pada saat awal mereka menerima kartu itu.

 

Selain itu saat ditanya Jurnalis, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama ini mengharapkan untuk ditahun yang akan datang tidak ada lagi ricuh seperti itu.

 

” Setelah saya memantau proses perjalanan Haji Calon Jemaah Haji Kepala Seksi Rombongan CJH Seram Bagian Timur pada tahun ini, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan sebagai masukan kepada penelitian bahwa teknis atau cara seperti ini kalau bisa benar – benar kita harus ubah.

 

” Kita harus ubah dan kita sesuaikan dengan kondisi. Karena seharusnya,  saya melihat bahwa kondisi Jemaah Haji CJH kali ini adalah hanya 90 orang, tapi terjadi chaos seperti itu, “.

 

Maka  ke depan itu kalau bisa dirubah sistemnya atau caranya bila perlu Bandara yang ada itu kita sterilkan lebih awal, ” Harap Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Tiimur itu.

 

Ditambahkannya, cara atau teknis-teknis yang lain seperti  berikan bimbingan kepada jemaah haji sendiri dan terus kepada keluarganya soal informasi-informasi penting untuk menghindari hal-hal seperti itu, pintanya.

 

” Panitia benar-benar harus bekerja dan meningkatkan kerjanya dengan baik dan sebaik-baiknya supaya jangan lagi seperti terjadi hal-hal seperti itu. Itu mulai dari proses perjalanannya dari masjid, “ .

 

Sementara itu Dia mengungkapkan, rata-rata Jama’ah haji atau dan keluarga yang ingin

itu Berziarah saling selaman. Setelah tiba di Masjid hal ini harus kita batasi, karena yang seperti ini mengganggu  Jama’ah yang ada, dimana umumnya banyak yang lansia-lansia,  Tutup Rumwokas kepada Wartawan. (SM-GriezmanSBT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *