SABUROmedia, Ambon — Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fibra Breemer menghadiri acara Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Katolik (ISKA), Pengurus Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) dan Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Provinsi Maluku, Senin (20/05/2024) di Lantai V Gedung DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang.

 

Pelantikan kepengurusan dilakukan oleh masing-masing Ketua Umum, Wahyu Handoko (Wakil Sekjend ISKA melantik Pengurus ISKA), Mercy Mayong (Wakil Ketua Umum PWKI) dan Stefanus Asat Gusma (Ketua Umum Pemuda Katolik).

Usai pelantikan dilanjutkan dengan prosesi pemberkatan oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr Seno Ngutra.

 

Turut hadir juga pada kesempatan itu, unsur Forkopimda Maluku dan Kota Ambon, Pj Walikota Ambon, pimpinan Umat Beragama, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan tokoh pemuda.

 

Penjabat Gubernur Maluku dalam sambutannya yang disampaikan Sahli Fibra Breemer menyampaikan, Ikatan Sarjana Katolik dan Pemuda Katolik Komda Maluku merupakan sebuah gerakan yang dimotori oleh pemuda-pemuda Katolik yang diharapakan menjadi pemimpin, baik dalam tubuh Katolik sendiri maupun dalam lingkup daerah maupun nasional.

 

Ia mengatakan, sebagai salah satu kekuatan civil society, dalam skala nasional maupun daerah sarjana dan pemuda Katolik telah melakukan banyak hal dalam upaya penguatan masyarakat sipil.

 

” Untuk itu, saya berharap sarjana dan pemuda Katolik Maluku agar berkiprah dan pengabdian yang lebih kongret, baik kepada agama dan negara, sehingga Ikatan Sarjana Katolik dan Pengurus Pemuda Katolik Komda Maluku mampu menangkap setiap gerak dinamika perubahan, dan pembangunan pada tingkat lokal maupun nasional,” ungkapnya.

 

Hal yang sama juga disampaikan terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Kemerdekaan pers menghadapi tantangan yang tidak ringan dan telah terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap ruang publik yang memungkinkan setiap individu dapat mengakses informasi, sehingga kergantungan masyarakat pada dunia informasi semakin hari semakin tinggi dan pada gilirannya media masa menjadi sumber informasi masyarakat yang utama sehingga dibutuhkan upaya bersama untuk menciptakan media yang profesional.

 

“ Untuk itu, diperlukan sebuah wadah untuk menghimpun para wartawan Katolik di Provinsi Maluku yang dapat digunakan sebagai sarana membangun media Katolik yang professional “.

 

“ Dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat saya berharap agar berita yang disampaikan harus benar – benar menyejukkan dan jauh dari hoaks, tidak memuat isi yang mengandung prasangka, kebencian terkait suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), serta manganjurkan tindakan kekerasan “.

Saya juga berharap agar wartawan Katolik dapat membantu Pemerintah Provinsi Maluku, terutama dalam mensukseskan pilkada secara serentak 2024,” tandasnya (SM-BAPSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *