SABUROmedia, Ambon — Universitas Pattimura menerima kunjungan istimewa dari Duta Besar Belanda, H. E. Lambert Grijns, Selasa (26/03/2024).

 

Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerjasama dalam pengembangan sumber daya manusia di Maluku melalui sektor pendidikan.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Duta Besar Grijns diterima oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Prof. Pieter Kakisina, yang didampingi oleh staf International Office, Dr. Jonny Latuny., Dr. Theofany Rampisela dan Devalina Lanith

 

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa kerjasama antara Universitas Pattimura dan Lembaga – Lembaga pendidikan di Belanda memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Maluku.

 

Prof. Pieter Kakisina menyambut baik peluang – peluang ini dan menekankan pentingnya adanya program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat Maluku.

 

“ Pendidikan adalah kunci bagi kemajuan suatu bangsa dan kerjasama dengan Belanda memberikan kesempatan yang berharga bagi kami untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan di Maluku. Kami berharap dapat menghasilkan program-program yang tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi mahasiswa kami tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Prof. Pieter Kakisina.

 

Dr. Jonny Latuny, selaku Kepala International Office, menambahkan bahwa saat ini sudah ada beberapa program kerjasama yang telah dilakukan dengan beberapa universitas di Belanda. Namun, dengan dukungan dari Pemerintah Belanda, peluang kerjasama tersebut dapat diperluas tidak hanya dalam bidang pengajaran, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

 

“ Kerjasama ini tidak hanya akan memperkaya pengalaman akademik Mahasiswa dan staf pengajar, tetapi juga akan memungkinkan pertukaran pengetahuan dan keahlian yang dapat membantu dalam mengatasi tantangan – tantangan lokal di Maluku,” tambah Dr. Jonny Latuny.

 

Kunjungan Duta Besar Belanda ini menandai langkah awal yang penting dalam memperkuat hubungan antara Belanda dan Maluku khususnya Unpatti dalam bidang pendidikan.

 

Harapannya, kerjasama yang terjalin akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan di wilayah tersebut. (SM-HumasUPT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *