SABUROmedia, Ambon — Penjabat Walikota Bodewin M. Watimena menghadiri kegiatan Penyerahan Tropi Proklim Utama, Sertifikat Proklim Utama, dan Sertifikat Proklim Madya bertempat di Kediaman Raja Negeri Soya, pada selasa (07/11/2023).

 

Hadir pula pada kegiatan tersebut Pj. Walikota Ambon, Kepala Stasiun Klimatologi dan Geofisika Ambon, Ketua Majelis Jemaat Negeri Soya, Ketua Tim Penggerak PKK, Raja Negeri Soya, Pimpinan OPD Lingkup Kota Ambon,  Kepala Desa, Lurah dan  Teman – Teman.

 

Dalam sambutannya, Bodewin katakan beberapa hari kami para Kepala Daerah Se-Indonesia di kumpulkan Bapak Presiden Indonesia di Jakarta.

 

Disampaikan  oleh Bapak Presiden RI bahwa ada banyak tantangan yang sementara kita hadapi hari ini, baik itu tantangan mengenai ekonomi global tetapi juga yang terpenting salah satunya adalah perubahan iklim.

 

Perubahan iklim menjadi persoalan utama hari ini karena kita saksikan bersama bahwa akibat dari perubahan iklim ekstrem yang kita rasakan sebagai dampak dari el nino maka sudah terjadi kekeringan paling tidak ditujuh Provinsi di Indonesia telah merasakannya.

 

Daerah Kabupaten / Kota yang dampaknya membuat kita masuk dalam situasi yang sulit, dampaknya adalah gagal panen, kekeringan, kekurangan sumber air bersih, belum lagi dampak yang lain dengan kenaikan suhu bumi yang cukup tinggi.

 

Dalam beberapa kesempatan Bapak Gubernur sering menyampaikan  kepada kita bahwa ada tiga tugas Kepala Daerah yang harus di laksanakan,  satu menuntaskan kemiskinan, dua mensejahterakan Masyarakat,  ketiga adalah bagaimana kita menjaga Sumber Daya Alam, supaya bisa dimanfaatkan bukan saja untuk kita yang ada saat ini tetapi untuk anak cucu kita generasi yang akan datang.

 

Dalam pesan dari Petinggi ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya kita menjaga bumi, menjaga alam ciptaan Tuhan, yang telah dikaruniakan dianugerahkan bagi kita secara  gratis, oleh karena itu Pemerintah selalu  berupaya membangun kesadaran bersama untuk menjaga bumi ini.

 

Program kampung iklim merupakan salah satu hal yang dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya untuk tetap menjaga alam ciptaan, menjaga bumi ini supaya tetap terpelihara dan yang berdampak bagi kehidupan kita bersama umat manusia yang ada di bumi ini.

 

Perubahan iklim sendiri hari ini kita rasakan di Kota Ambon, suhu di Kota Ambon kadang – kadang sampai di 36 derajat dan itu sangat panas ada di beberapa daerah lain sampai 37 derajat dan hal ini secara langsung mengganggu keseimbangan alam ini kita, bersyukur di Kota Ambon di tengah – tengah yang dirasakan oleh sebagian besar daerah, kita masih ada hujan walaupun sudah tidak sebanyak beberapa bulan yang lalu tetapi walaupun panas tapi masih ada hujan yang turun sehingga kelihatan di Kota Ambon masih hijau.

 

Kota Ambon telah memiliki 22 kelompok program Kampung iklim, tahun ini kalau kita dapat 9  kampung iklim maka sudah 31 kampung iklim dari total 70, kampung iklim di Provinsi Maluku artinya kita menyumbang cukup banyak.

 

Beberapa tahun terakhir kita telah menghasilkan banyak kelompok iklim di Kota Ambon dan sesuai dengan laporan Kadis  Lingkungan Hidup Kota Ambon bahwa kita menargetkan pada waktunya nanti di 2025 ada 50 kampung iklim yang di bentuk di Kota Ambon, ini penting secara geografis di Kota Ambon.

 

Diperkirakan 56 tahun ke depan bisa saja kita punya proyek pengolahan air asin menjadi air tawar, ini  kata-kata bijak orang tua yang sebenarnya mau mengingatkan kepada kita bahwa ada tanggung jawab besar kita untuk menjaga alam lingkungan ini supaya bisa tetap terjaga dan terpelihara.

 

Lanjutnya Pemerintah Kota berterima kasih kepada Balai BPPI dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon bahkan Provinsi Maluku yang selama ini sudah mendukung memberikan pendampingan yang luar biasa bagi Dinas Lingkungan Hidup,  Kelompok – Kelompok Masyarakat yang terlibat dalam upaya untuk pembentukan Kelompok Program Kampung iklim di Kota Ambon.

 

 

Pemerintah Kota juga terus mendorong agar Masyarakat di tingkat Desa Negeri, Kelurahan untuk terus berinovasi dalam melakukan banyak hal termasuk kegiatan adaptasi seperti pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, pengadilan penyakit, yang di sebabkan karena pengaruh perubahan iklim,  begitu juga yang terpenting adalah kegiatan mitigasi dengan melakukan  penghijauan, mengulas sampah dengan baik, tidak buang sampah sembarangan kemudian penghematan penggunaan listrik, air dan sebagainya.

 

Masyarakat yang ada di Kota Ambon Program Kampung iklim ini kami harapkan dapat menjawab tantangan Masyarakat Kota Ambon dalam menghadapi perubahan iklim beserta dampaknya.

 

Kualitas hidup meningkatkan kehidupan sosial ekonomi terbangunnya kesadaran dan gaya hidup serta menumbuhkan kemandirian Masyarakat dalam melaksanakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim termasuk kita menjaga nilai – nilai kearifan lokal di semua negeri – negeri adat.

 

Tempat – tempat yang merupakan daerah konservasi dan hutan lindung tidak mungkin kita berikan izin untuk membangun rumah,  karena itu ini bisa terwujud kalau peran dari Raja, Kades, Lurah dan seluruh Kepala – Kepala Kampung, RT/ RW berperan untuk mengawasi supaya Masyarakat tidak membangun tempat tinggal  pada tempat – tempat yang tidak diperuntukkan apalagi tidak memiliki izin mendirikan bangunan, itu yang harus kita perhatikan bersama, Pungkas Walikota. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *