SABUROmedia, Ambon — Lokasi wisata di daerah Maluku mungkin tak akan pernah ada habisnya untuk diperbincangkan bagi para penikmat petualangan alam bebas, daerah yang terkenal dengan penghasil cengkeh dan pala ini, menyimpan keindahan alam yang begitu mempesona, ambil saja lokasi wisata Pantai Ora yang terdapat di Pulau Seram dan Pantai Ngurtafur yang berada di Kepulauan Kei Maluku Tenggara.

Dua objek wisata tersebut tanpa di sadari telah mengangkat nama Maluku sebagai lokasi tujuan wisata, bukan saja di mata wisatawan lokal (Indonesia) selebihnya juga di mata wisatawan Mancanegara.

Selain kedua objek wisata tersebut, Kota Ambon juga memiliki potensi wisata pantai yang selalu dikunjungi oleh para wisatawan, seperti halnya Pantai Natsepa dan Pantai Liang yang berlokasi di Maluku Tengah, Pulau Ambon.

Namun keindahan alam tersebut nampaknya belum didukung oleh para wisatawan lokal yang berkunjung ke lokasi tersebut, pasalnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lokasi wisata belum bisa di perhatikan dengan baik.

Ketua Ambon Sailing Community (ASC), Nicko Tulalessy saat diwawancarai SABUROmedia  disela-sela kegiatan Spice Island Darwin Ambon Yacht Race (SIDAYR) 2023 pada Sabtu 12/08/2023 terkait pengembangan Parawisata di Kota Ambon menuturkan, “Kota Ambon ini bukan Kota tujuan wisata, Kota Ambon ini Kota transit, tapi tak bisa dipungkiri bahwa katong punya beberapa bagian dan keistimewaan yang bisa menjadi tujuan wisata”.

“Orang ke Ambon karena mau transit ke Ora dan Tual atau Kei. Kita di Ambon, harus mengemas sebuah konsep parawista yang unik, sehingga Ambon tidak hanya menjadi kota transit, tapi juga menjadi kota tujuan wisata.

Kalau kita hanya mempromosikan alam, kita akan tertingal dengan daerah lainnya, karena alam kita bukan lebih bagus malah lebih rusak, karena sampah yang begitu banyak di lokasi objek wisata,” Tambah Tulalessy.

“Terpenting bagi kita di Maluku khususnya di Ambon yaitu, kita harus mengedukasi bule lokal atau wisatawan lokal (Orang Ambon) karena ketika mereka datang di lokasi wisata di Kota Ambon, mereka membuang sampah bukan pada tempatnya. Itulah yang harus diedukasi kalau tidak wisatawan asing tidak akan datang ke Ambon. ataupun jika mereka datang, mereka foto dan posting dimedsosnya kalau Ambon kotor, dan tidak bisa kesana,”

Ia menambahkan, “saat ini ASC sedang mengembangkan relationship konsep tourism, jadi orang yang berwisata ke sini, jadi keluarga dan saudara disini, dan yang dikembangkan itu adalah budayanya bukan alamnya, dan itulah yang bisa membuat kita akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya yang ada di Indonesia,” ucapnya.

“Pesannya kepada Pemerintah Kota Ambon, yaitu mesti inovatif, dan kreatif, bahkan pemerintah juga harus mengedukasi para wisatawan lokal yang ada di Ambon untuk tetap menjaga kebersihan di lokasi wisata. serta harus memunculkan hal-hal kreatifitas yang lain, apalagi Ambon City of Musik, Harusnya musik menjadi poin utama dari tujuan objek wisata di Kota Ambon.

Ia juga juga mengatakan, bahwa dirinya merasa senang untuk pelantikan dan pengukuhan Badan Promosi Parawisata Kota Ambon 2023 yang baru dilakukan. ”Semoga mereka bisa bekerja maksimal untuk membangun Parawisata Kota Ambon, dan ASC mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemkot untuk kemajuan parawisata di Kota Ambon. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *