SABUROmedia, — Varian baru Covid -19, Omicron EG.5.1 alias ‘Eris’ kini perlahan mulai menjadi masalah baru di daratan Eropa terkhususnya di wilayah Inggris Raya.

Covid Varian baru ini, merupakan jenis tipe virus dengan menyebaran yang termasuk cepat, selain itu varian baru ini juga telah dilaporkan dapat menginfeksi di semua kelompok umur.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini mengklasifikasikan varian “Eris” sebagai Variant Under Monitoring (VUM) atau varian yang diawasi yang penyebarannya yang luas dan menyebabkan angka kasus covid-19 di beberapa Negara semakin meningkat.

Dilansir dari Daily Mail, salah faktor penyebaran virus Eris adalah musim libur panas serta perilisan film Barbie dan Oppenheimer. Perilisan kedua film yang dilakukan bersamaan pada akhir Juli ini menimbulkan banyak kerumunan terutama di bioskop.

“Kami terus memonitor jumlah kenaikan kasus pada minggu ini. kami memang melihat ada peningkatan pasien di rumah sakit, terutama di kalangan pasien berusia lanjut,” tutur Kepala Imunisasi Inggris Data Badan Kesehatan Inggris (UKHSA), Dr Mary Ramsey, dikutip Kamis (10/08/2023).

Data Badan Kesehatan Inggris (UKHSA) juga menunjukan angka peningkatan positivity rate covid- 19, yakni menjadi 5,4 persen pada pekan lalu, dari sebelumnya 3,7 persen.

Sementara itu Layanan Kesehatan Inggris (NHS), melaporkan jumlah pasien yang dirawat akibat covid- 19 meningkat hampir 50 persen, yang mana pada pekan sebelumnya 127 orang, kini menjadi 253 orang pada 27 juli 2023.

Adapun gejala umum pada Covid-19 varian Eris antara lain,

  • pilek
  • sakit kepala
  • Kelelahan ringan hingga berat
  • Bersin
  • Sakit tengorokan

Saat ini virus Eris juga telah dideteksi di Negara – Negara Eropa lainnya, bahkan hingga Asia, Amerika Utara dan Jepang.

Selain beberapa wilayah tersebut, Indonesia juga tak luput dari sebaran varian baru Covid -19, Omicron EG.5.1 alias ‘Eris’.tersebut.

Dilansir dari CNBC Indonesia, varian baru covid -19 tersebut sudah ada di Indonesia sejak juni 2023 lalu. Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes RI), Budi Gunawan Sadikin, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 09/08/2023.

“ Varian baru tersebut memang sudah ada di Indonesia. Sudah dari dua bulan lalu,” ungkap Sadikin.

Meskipun saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan varian ‘Eris’ sebagai Variant Under Monitoring (VUM) atau varian yang diawasi, Budi menghimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak khawatir. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *