SABUROmedia, Ambon: Pengumuman hasil tes tertulis atau Computer Assesment Test (CAT) dan psiko test dalam tahapan seleksi Bawaslu Kabupaten/kota di Maluku pada Kamis, (13/07/2023) tuai masaalah.

Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu di Maluku dalam menetapkan 12 nama yang dinyatakan lulus pada tahapan CAT dan Psikotest dinilai sarat kepentingan. Nama-nama yang ditetapkan lulus sebagiannya diduga dipaksakan meski nilainya rendah.

“Ada indikasi Timsel bermain, diduga mengamankan titipan dengan tetap dipaksakan lulus meski nilai CATnya rendah, “ ujar sumber yang namanya enggan disebut kepada media ini, Jumat (14/07/2023).

Indikasi lain selain titipan, kata dia, ada nama-nama peserta yang dinyatakan lulus karena pendekatan hubungan keterikatan emosional kekeluargaan dengan timsel. Dimana beberapa nama peserta yang dinyatakan lulus itu berasal dari satu kampong dengan beberapa timsel yang ada.

“ Itu bisa dicek dari peserta lulus yang diumumkan Timsel zona 1 meliputi Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, Buru Selatan dan kota Ambon, “ ungkapnya.

Dikatakan, berdasarkan juknis mestinya dalam hal penetapan pengumuman hasil Tes CAT dan Psikotest tim seleksi menyusun berdasarkan peringkat nilai tertinggi sampai dengan nilai terendah. Namun kenyataannya diduga Timsel dalam menetapkan peserta lulus CAT dan Psikotest tidak lagi mempertimbangkan perolehan nilai berdasarkan perangkingan sebagaimana diatur dalam Keputusan Ketua Bawaslu nomor 201/HK.01.00/K1/06/2023.

Beberapa nama yang ditetapkan lulus dikonfirmasi memperoleh nilai test CAT scornya dibawa nilai standar, rata-rata nilai antara 210 hingga 270 padahal ada peserta yang nilainya diatas 300 namun tidak lulus.

“ Timsel dalam menentukan peserta yang lulus diduga telah mengabaikan standar penilaian berdasarkan gabungan nilai CAT dan Psikotest sebagaimana Juknis, pasalnya nilai yang diperoleh dari sebagian nama yang dipaksakan lulus itu rendah, “ ujarnya.

Diapun meminta perhatian Bawaslu pusat menyikapi serius persoalan ini, mengingat keputusan yang diambil Timsel selain terindikasi melanggar kode etik dengan mengabaikan regulasi juga menyepelehkan instruksi Bawaslu RI yang menekankan asas netralitas dalam memilih peserta yang lolos tahapan seleksi. Hal ini seperti ditegaskan anggota Bawaslu RI, Puadi dalam kesempatan Rapat Pembekalan Tim Seleksi Jawa Barat, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

“ Timsel tidak boleh memilih peserta dengan dilandasi latar belakang yang sama, akan tetapi merupakan kualitas dari peserta. Mari kita bangun Bawaslu dengan diisi oleh orang-orang yang berkualitas. Jangan sampai ada output yang tidak beres. Harus dilihat rekam jejak dan pengalaman dari semua peserta,” katanya.

Puadi menegaskan, timsel dilarang memiliki agenda tertentu seperti memasukkan peserta yang tidak berkualitas dan melakukan transaksi dengan peserta.

“Timsel harus kompak dan jangan punya agenda sendiri. Timsel telah diberi mandat untuk melakukan seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.

Dikatakan Puadi, jika timsel asal memilih nama-nama peserta yang lolos, maka dikhawatirkan akan menjadi masalah dalam proses fit dan proper test yang dilakukan Bawaslu RI. Sebab proses tersebut menjadi pintu gerbang terakhir dari serangkaian proses seleksi.

“Kalau yang diserahkan ke kami calon yang bermasalah, maka ini bahaya. Jika yang lolos tidak punya integritas akan membuat nama Bawaslu jelak dimata masyarakat. Soal integritas tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu timsel zona 1 yang dihubungi media ini untuk diminta konfirmasinya melalui kontak person namun bebarapa kali nomor yang dituju tidak dapat menerima panggilan.(SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *