SABUROmedia, Ambon — Kasus Pelecehan Seksual secara verbal yang dilakukan oleh Anggota DPRD SBB, Jodis Rumasoal Terhadap salah satu aktifis Perempuan  asal SBB yang berinisial  CR mendapat kecaman dari sejumlah tokoh Pemuda SBB.

 

Mereka yang tergabung dalam Pemuda Saka Mese Nusa (PSMN), meminta Jodis untuk menyelesaikan persoalan pelecehan seksual yang dianggap telah berlangsung berlarut – larut tersebut

 

Menurut Mereka, dari tinjauan kasus dari awal sampai hari ini dengan pemberitaan yang terus – menerus  berseliweran diranah publik, berdampak pada citra  pemuda Saka Mese Nusa secara keseluruhan sehingga mengganggu moril para Pemuda Saka Mese Nusa itu.

 

” Memang Kita tidak dirugikan secara materiil, namun secara psikologis, etika dan moral secara keseluruhan Kita dirugikan atas persoalan ini, ” kata Minsen Tenine

 

Karena itu Tenine mengungkapkan,  tidak salah jika Pemuda SBB bersikap dan mendesak Aleg  JR untuk sesegera mungkin menyelesaikan persoalan dugaan pelecehan seksual.secara verbal itu secara kekeluargaan, dimana JR harus bertanggung jawab penuh sehingga tidak terjadi lagi berkembang opini liar.

 

Selain itu menurut Tenine,  JR sebagai anggota DPRD SBB harus menjaga dan menghormati harkat dan martabat perempuan Nusa Ina, bukan malah menjatuhkan seperti itu, bahkan  Tenine menandaskan, kasus ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh JR tetapi ada juga beberapa perempuan Nusa Ina yang dilecehkan seperti itu.

 

Untuk itu, harus ada efek jera kepada JR agar tidak ada lagi perempuan – perempuan Nusa Ina yang jadi korban pelecehan secara verbal,  satu hal yang harus jadi perhatian JR adalah sebagai lelaki Nusa Ina tugasnya adalah melindungi harkat dan martabat perempuan .

 

Sementara Ketua KNPI Setan Bagian Barat, Jovandri Kalaimena meminta JR untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan untuk menyelematkan nama daerah  yang bertajuk Saka Mese Nusa tersebut mengingat status JR yang juga sebagai Anggota DPRD SBB.

 

Harun Matayane, salah satu Pemuda SBB juga menyayangkan Persoalan amoral yang dilakukan oleh JR, karena persoalan itu  telah berdampak pada nama baik pemuda Saka Mese Nusa sehingga terbangun stigmatisasi  buruk terhadap Kabupaten Seram Bagian Barat, karena itu Matayane meminta JR dengan rendah hati menemui keluarga korban dan meminta maaf.

 

Ia menambahkan bahwa, karakter dan sikap kepemimpinan  dari Aleg JR harus dijaga sebagai seorang publik figur, bahwa nama baik itu lebih berharga, apalagi Saudara JR seringkali menggaungkan entitas adat, maka sebenarny JR telah mengetahui, sanksi  Adat yang berlaku jika melakukan pelanggaran terhadap seorang perempuan berdasarkan Hukum Patasiwa dan Pata Lima.

 

Hal senada diungkapkan Bily Lumamuly,  bahwa selain proses hukum yang telah berjalan, saudara JR juga harus diberikan sanksi Adat yang berlaku dari sudut pandang Hukum Adat korban, sehingga semua mata tahu bahwa membuat pelecehan verbal terhadap Perempuan Nusa ina itu konsekuensi Adatisnya lebih Besar.

 

Kemudian ungkapan tegas juga datang dari Dua pemuda Saka Mese Nusa Yakni Angky Marayate dan Remon Nauwe bahwa pernyataan yang sudah dikeluarkan ini bukan asal bunyi dan untuk saudara JR ketahui bahwa proses ini akan dikawal sampai tuntas oleh Pemuda Saka Mese Nusa. (SM-NKSBB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *