SABUROmedia, Leihitu Barat Malteng – Negeri Wakasihu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) lokal ke-II.

MTQ lokal ke-II itu merupakan lanjutan dari MTQ lokal ke-I yang telah dilaksanakan pada Bulan Maret 2021 lalu. Dengan jumlah peserta sebanyak 125 orang, berasal dari seluruh Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPQ) di Negeri Wakasihu dan santri-santri Wakasihu yang berdomisili di Kota Ambon.

Raja Negeri Wakasihu, Hj Ahmad Polanunu, mengungkapkan, MTQ bukanlah sekedar lomba untuk mencari Qori-Qoriah dan Hafiz-Hafidzah terbaik. Namun, lomba baca Al-Qur’an dan merupakan upaya konkrit umat Islam dalam menggali nilai-nilai luhur untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.

Atas dasar itu, katanya, Remaja Masjid (Remas) Cakmarussalam Negeri Wakasihu bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Maluku Tengah, menyelenggarakan MTQ Lokal II di Negeri Wakasihu, pada Minggu, (15/05).

“Kegiatan ini bertujuan sebagai sebuah wadah untuk generasi muda Negeri Wakasihu dapat menampilkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami isi Al-Qur’an. Selain itu, juga untuk mempersiapkan generasi muda setempat dalam menyambut perhelatan MTQ tingkat Kabupaten Maluku Tengah yang rencananya dilaksanakan tahun depan di Kecamatan Leihitu Barat.

Untuk MTQ lokal ke-II Negeri Wakasihu tersebut, terang Ahmad, diikuti oleh 11 TPQ. Dua TPQ itu orang Wakasihu tapi mengajar di Ambon. Dan sisa itu semua dari warga Negeri Wakasihu.

Terpisah, Sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Muhamat Marasabessy, menyampaikan, apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Negeri Wakasihu, khususnya pemuda pemudi yang telah melaksanakan MTQ itu.

“Pembangunan Akhlak melalui MTQ lokal ke II Negeri Wakasihu, adalah bagian dari pembangunan mental dan rohani, guna mendorong generasi muda, untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an, dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Negeri Wakasihu yang damai dan amanah,” kata Marasabessy.

Para peserta MTQ lokal Ke II Negeri Wakasihu, lanjutnya, diharapkan dapat mempertajam kemampuan membaca ayat-ayat Suci Al-Qur’an. Sehingga apa yang diperoleh melalui MTQ dapat digunakan dan dimanfaatkan, pada pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi, hingga pada tingkat nasional nanti.

“Kepada pengurus LPTQ Kabupaten dan Provinsi Maluku, diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan MTQ pada tingkat desa dan negeri. Untuk membina dan menanamkan kecintaan generasi muda Islam terhadap Al-Qur’an,” pintanya.

Dari semua perlombaan MTQ di Desa/Negeri, terang Marasabessy, MTQ lokal ke-II Negeri Wakasihu itu merupakan hal yang cukup luar biasa. Karena di Desa/Negeri lain pesertannya itu umum. Tapi di Wakasihu pesertanya itu merupakan anak-anak dengan semangat yang sangat luar biasa. Hal itu menjadi sebuah inspirasi kepada Desa/Negeri yang lainnya. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *