SABUROmedia, Ambon – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerima banyak laporan dari para peserta yang mendaftar seleksi CPNS 2021. Laporan paling banyak yang masuk adalah masalah pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK), serta lupa password akun SSCASN.

“Yang banyak adalah NIK dan nomor KK tidak ditemukan, data tidak sesuai. Itu kita semua sudah tahu kalau memang harus ke Dukcapil perbaikannya,” kata BKN melalui Instagram @bkngoidofficial, Selasa (13/7/2021).

Aduan yang masuk ke layanan help desk BKN mengenai masalah NIK dan KK mencapai 50 ribu per kemarin, Senin 12 Juli 2021.

Masalah lain yang paling banyak dilaporkan peserta seleksi CPNS 2021 adalah lupa password akun SSCASN, jumlahnya mencapai 51 ribu.

“Lupa password itu sampai tadi malam 51.000 yang masuk,” jelas pihak BKN.

Sementara yang lupa pengaman 1 mencapai 4 ribuan aduan, dan lupa pengaman 2 mencapai 2 ribuan aduan.

“Terus selanjutnya adalah yang menyangkut referensi di kita. Jadi kayak lokasi lahir tidak ditemukan, atau perguruan tinggi atau prodi tidak ditemukan,” ujar BKN.

Untuk perguruan tinggi luar negeri, pihak BKN menjelaskan memang belum tersedia di database sehingga harus diajukan oleh pendaftar CPNS 2021.

“Kalau (perguruan tinggi) dalam negeri insyaallah ada semua, kalau luar negeri harus ditambahin,” tambahnya.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *