Oleh : Faiz Yahya Marasabessy

 

SABUROmedia –┬áDi pastikan selasa besok Pukul 14.00 WIT bertempat di Swissbell Hotel IKA PMII akan memulai mengkampanyekan eksistensi organisasinya dengan mengusung tema silaturahmi alumni pergerakan untuk Maluku maju dan bermartabat
korps alumni PMII ini akan melaksanakan Muswilnya yang pertama di bumi yang bertajuk Siwalima.

Banyak spanduk ucapan selamat yang berseliweran di ruang publik mulai dari jalanan sampai di laman dumay, baik di wall facebook, IG, WA yang menandaskan pentingnya gawe tersebut bagi eksistensi organisasi bintang sembilan.

Walaupun Tim Carateker ” Ngos – Ngosan ” menyiapakan perangkat teknis Muswil tapi tidak menyurutkan semangat mantapkan arah Muswil. Hiruk pikuk dukungan dari seantero kader pergerakan di maluku semakin menandakan mulai bergeliatnya kanal – kanal konsolidasi dan koordinasi.

Sebagai perpanjangan tangan interest alumni di daerah, IKA PMII punya peran sangat vital untuk mengkoordinir seluruh potensi organisasi, mulai dari konsolidasi sampai pemenuhan tuntutan marwah organisasi. Semua ini barang tentu butuh akselerasi yang massif untuk menjawab tuntutan organisasi.

Proses seleksi kader yang akan mengisi line up kepengurusan pun bukan kader sembarangan, mereka di tempa dari seleksi MAPABA sampai PKL yang merupakan syarat FIT & PROPERT TEST sebagai pengurus IKA PMII walaupun di tengah jalan banyak kader yang mempersoalkan hal ini karena di anggap masih ada kader karbitan yang yang mengklaim bagian dari institusi bintang sembilan.

Meretas Maruah IKA PMII Maluku, Arah baru jual ide dan gagasan. Muswil IKA PMII sejatinya adalah PSY WAR antar kader pergerakan, banyak sekali ide dan gagasan yang akan di adu untuk memboboti gerak juang institusi sebagai acuan penyelenggara program organisasi.
setumpuk persoalan yang selama ini menjadi menu diskusi di wall group PMII Maluku mulai dari administrasi kader, sekretariat sampai jenjang kaderisasi organisasi sampai pemenuhan interest alumni harus menjadi perhatian serius pengurus IKA PMII untuk di debatkan di arena Muswil.

Menjadi atensi serius bagi semua kader PMII Maluku adalah mengawal agenda ini dengan memboboti ide dan gagasan yang konstruktif transformatif.
lalu apa yang harus di lakukan kepengurusan kali ini ?
pertanyaan ini menjadi hal penting yang harus kita jawab, berkaca dari pengalaman sebelumnya yang terkesan hanya ” Parkir ” dan tak mampu menggerakan roda organisasi karena di daerah ” Konflik” internal yang berkepanjangan.

Penyakit laten ini harus di bonsai sehingga upaya penguatan kapasitas dan identitas organisasi semakin matang di aras lokal.
kepengurusan IKA PMII Maluku periode ini juga harus banyak bersinggungan dengan opini dan kebijakan publik, kurangnya minat tulis dan langkah kritis kader terhadap kebijakan publik sering membuat para decesion maker tak tahu kehadiran institusi dan orientasi organisasi.

IKA PMII juga harus intens mengkampanyekan program kerja dan visi mereka dengan mengadvokasi interest publik di samping ” bermesraan ” dengan pemerintah daerah untuk mempermudah akses legitimasi organisasi.

Marketing ide dan gagasan, penguatan konsolidasi dan koordinasi internal organisasi, moralitas sebagai spirit gerakan plus Mapping area, isu dan wacana adalah catatan kritis yang harus di massifkan agar kepengurusan nantinya tidak terjebak dengan ritme ” Konflik ” elit yang akan menyandera dinamika berorganisasi.

Viva La Company Viva La Professores.

*** Penulis adalah Sekretaris Umum PMII Cabang Ambon Masa Khidmat 2004 – 2005

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *