SABUROmedia, Ambon – Pekerjaan proyek dengan mengunakan dana SMI Rata rata mengecewakan,
Dinas PUPR provinsi Maluku yang mengelola sebagian besar anggaran Dana SMI dari total Rp. 700 Miliar dinilai menyisakan banyak masalah.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD provinsi Maluku Alimudin Kolatlena kepada awak media di gedung DPRD Maluku karang panjang Ambon, Rabu (2/06/2021).

Alimudin yang juga anggota komisi I DPRD Maluku ini mengatakan bahwa perlunya ada pengawasan ketat dari komisi 3 DPRD Maluku terkait hal ini, terhadap dinas PUPR provinsi Maluku yang menangani proyek-proyek di maksud.

” Seperti proyek Air bersih di Haruku dan Talud penahan ombak yang ada di SBT Werinama, dan trotoar di kota Ambon, ” ungkapnya.

Dikatakan proyek pekerjaan Talud yang di kerjakan dinas PUPR Maluku di Werinama dengan mengunakan dana SMI ambruk di beberapa titik badan Talud, begitu juga dengan pekerjaan Air bersih di Haruku yang dinilai gagal, hal yang sama pula juga terjadi pada trotoar yang ada di kota Ambon yang mana masyarakat terjatuh sampai mengakibatkan kecelakaan hingga jatuh korban.

” Sebelum ada trotoar yang licin ini tidak ada masyarakat yang jatuh, tetapi setelah dipasang granit yang licin ini banyak orang yang jatuh, ” katanya.

Dirinya meminta pemerintah harus bertanggung jawab, dan meresponnya secara cepat, komisi 3 DPRD Maluku pun harus keras, sebab fungsi pengawasan tidak boleh di abaikan, akibatnya masyarakat pun juga ikut mengkomplein terhadap hasil pekerjaan yang di buat oleh dinas terkait.

” Saya berharap juga masyarakat sebagai pengguna bisa turut mengotrol sehingga ini bisa menjadi catatan efaluasi pemerintah provinsi Maluku, dinas terkait, dan para kontraktor yang mengerjakan proyek proyek di lapangan, agar dapat memperhatikan hal itu, supaya program yang telah berjalan bisa efektif dan efisien, tepat guna tepat sasaran untuk kepetingan masyarakat di Maluku, ” tutupnya. (SM/ErolOx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *