AMBON – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Mirati Dewaningsih (MD) mengatakan negara Indonesia memiliki empat pilar dalam menjaga keutuhan negara. Empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

Empat pilar kebangsaan itu merupakan pijakan bagi warga Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“ Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh bagi rakyat Indonesia. Keempatnya harus dapat diimplementasikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, demikian jelas MD dalam sosialisasi empat pilar yang berlangsung di Desa Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rabu (07/04/2021).

Senator asal Maluku itu mengatakan konsep empat pilar kebangsaan itu adalah untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Seperti halnya membuat bangunan agar menjadi kokoh dan kuat tentu dibutuhkan pilar-pilar atau penyangga agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. Begitu juga halnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia pun mengajak warga untuk dapat menerapkan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

“ Sebagai warga bangsa yang baik dan taat aturan harus mengamalkan dan mengimplementasikan empat pilar itu dalam kehidupan sehari-hari,” ajak MD yang khas disapa Mama Cele ini.

Lanjutnya, sebagai warga Negara yang taat hukum perlu memahami apa yang dinamakan dasar dan landasan negara. Di sinilah Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan UUD 1945 merupakan konstitusi Negara, dimana dalam UU tersebut terdapat makna penting yang secara jelas terdapat nilai dan norma yang mengatur tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“‎ Melalui empat pilar kita bisa memahami arti dari kebhinekaan tunggal ika. Meski dengan beragam perbedaan suku, agama, bahasa, tetapi tetap satu tujuan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Empat pilar juga bisa melahirkan rasa kebersamaan diantara sesame warga negara,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Balai Desa Waimital ini turut di hadiri sejumlah staf desa, tokoh pemuda, perempuan dan perwakilan masyarakat dari Dusun Kelapa Dua, Waihatu, Kairatu dan Waimital.

Kegiatan sosialisasi ini di ikuti sebanyak 100 peserta dari perwakilan masyarakat Desa dan Dusun di daerah itu. Meski dilangsungkan di tengah kondisi Covid, namun dalam pelaksanaannya tetap secara ketat menerapkan protokoler kesehatan, seperti ,mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak dan peserta yang khendak memasuki ruangan dilakukan pengecekan suhu tubuh. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *