SABUROmedia, Ambon – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku mengancam bagi sekolah yang tetap laksankan proses pembelajaran secara tatap muka (offline) sampai adanya intruksi dari Gubernur Maluku, Murad Ismail.

“ Saya tidak mengijinkan jika ada aktifitas tatap muka di setiap sekolah, saya memperingatkan bagi sekolah yang melakukan tatap muka saya akan pastikan kepala sekolah nya akan di berikan sangsih seberat beratnya karna tidak mematuhi pemerintah, jika gubernur izin kan baru bisa, jika tidak jangan ada sekolah yang coba coba melakukan tatap muka, “ tegas PLT Kepala Dinas Pendidikan Dr.Ir.INSUN,SANGADJI M,Si kepada Saburomedia.com. di ruang kerjanya,  kemarin.

Hal ini disampaikan Kadis merespon adanya aktifitas belajar secara tatap muka yang berlangsung pada sekolah SMA 2, SMA 3, dan SMA 4 di Leihitu.

“ Kita Ketahui bahwa jarak Leihitu dan Ambon dekat sekali, jangan ada dulu aktifitas tatap muka, sapa yang akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu kepada anak-anak siswa tersebut, pasti kepala sekolahnya akan di tindak keras, yang pasti di berikan sangsi pelangaran, dan kita panggil dulu kepala sekolahnya, dan saya minta kan untuk hentikan  sampe ada instruksi untuk tatap muka baru bisa, “ ujarnya.

Kadis juga menyampaikan bahwa aktifitas belajar di sekolah yang berlangsung di SMA di Leihitu tidak melalui pemberitahuan sebelumnya, karna sudah seharusnya ada laporan dari satuan pendidikan sekolah mereka apakah sudah bisa lakukan tatap muka apa belum.

“ Karena saya harus melaporkan kepada Satgas, bahwa satuan pendidikan di kota Ambon, atau pulau Ambon, bahwa berapa persen yang sudah siap untuk tatap muka, tatapi sampai sekarang belum ada, saya minta sekali lagi untuk kepala sekolah SMA 2,3, dan 4 Leihitu untuk stop ada aktifitas Sekolah, “ tandas Insun. (Erol Ox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *