Connect with us

Hiburan & Kesehatan

Obat Belum Ditemukan, Vaksin Covid 19 Diprediksi Selesai 2021 ?

SABUROmedia, Ambon –Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan LIPI dan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman bersama komisi VII DPR RI berlangsung secara virtual Meeting, Rabu (01/07/2020).

Dalam paparannya, Prof Amin Soebandrio mengungkapkan bahwa Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman telah mengirimkan 10 whole genome sequence (WGS) untuk melihat karakter virus Corona (COVID-19). Dari 10 WGS yang dikirimkan, diketahui bahwa tipe Corona di Indonesia masih berhubungan dengan virus dari Wuhan, China.

“Kami bisa melaporkan bahwa di virus Indonesia tidak sama dengan yang ada di negara lain. Karena itulah, menurutnya, perlu vaksin Corona yang spesifik di Indonesia.ungkap prof Amin dalam RDP diruang komisi VII hari ini Rabu 1 juli 2020, seperti dikutip dari keterangan tertulis Anggota komisi VII DPR RI, Saadiyah Uluputy yang juga diterima Saburomedia.com Rabu (01/07/2020).

” Dan dari gambaran ini kita bisa melihat bahwa distribusi ini di Asia saja sudah banyak berbedanya. Jadi ini memperkuat bahwa virus di Indonesia ini memang tidak 100 persen sama dengan virus di negara lain, sehingga kita harus membuat vaksin yang spesifik untuk Indonesia,” ujar Prof Amin, seperti ditulis Saadiyah.

Kata Saadiyah, pihak LBM Eijkman juga tengah mengembangkan vaksin virus Corona atau yang dinamakan vaksin ‘merah putih’. Vaksin itu diprediksi selesai pada Februari 2021.

“Harapan kami adalah Februari 2021 sudah bisa kami serahkan kepada industri. Walaupun kami menerima banyak permintaan agar proses ini bisa dipersingkat sampai dengan sebelum akhir 2020, kami tetap akan berusaha sekuat-kuatnya supaya ini bisa cepat selesai. Tapi ini prediksi kami akan selesai di Februari 2021,” ujarnya.  Prof amin juga menyampaikan jika covid 19 belum ditemukan obatnya.

Lalu, Jika memang obat belum ditemukan dan vaksin baru diprediksi selesai di februari 2021, apa yang harus dilakukan pemerintah ? Apakah kita harus berdampingan dengan covid  19 ? Bagaimana dengan jumlah angka angka yang terus bertambah ? Bagaimana dengan pasien yang di karantina ?,”tulis Anggota DPRRI dari fraksi PKS ini. (SM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya dari Hiburan & Kesehatan