SABUROmedia, Tual – Menanggapi segelintir pemuda yang melakukan aksi demo di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kota Tual, kemudian memberikan sejumlah catatan mengenai kinerja pemerintah Desa Dullah Laut yang diterima oleh Wakil Ketua DPRD. Pejabat Sementara Kepala Desa memberikan apresiasi dan menghormati kedewasaan para pemuda sebagai mitra mengawal pembangunan

“Aksi Demo segelintir pemuda yang merupakan warga saya di Kantor DPRD Kota baru-baru ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan, ini artinya warga saya sudah semakin kritis mengawal pembangunan di desa” Kata Pelaksana Tugas (Pjs) Kepala Desa Dullah Laut, Yusuf Renur Minggu 28 Juni 2020

Meski demikian pejabat kepala Desa Dullah Laut menyayangkan sikap para pemuda karena awalnya melakukan kordinasi dengan dia, tujuan untuk membentuk Pemuda di Desa Dullah Laut, namun permintaan itu kemudian tidak di akomodir karena pertimbangan saat ini desa di pimpin oleh Pejabat Sementara yang memiliki kewenangan yang terbatas.

“Waktu itu kan mereka bertemu dengan saya, meminta agar dibentuk pemuda Desa, saya sampaikan bahwa saat ini kewenangan saya terbatas sebaiknya menunggu Kepala Desa Divinitif” Kata Pjs Kepala Desa.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, pemuda ini kemudian mengbil langkah dan melakukan aksi di halaman DPRD Kota, selanjutnya mereka menyerahkan pernyataan sikap. Berbagai tuntutan kemudian disampaikan dalam orasi demo saat itu, menuding bahwa tidak ada pembangunan di Desa selama kepemimpinan Kepala Desa Difinitif hingga saat ini dan transparan anggaran hingga pembagian bantuan sosial dan bantuan lain yang tidak merata

“Soal pembangunan di Desa Dullah Laut ini hanya orang yang tinggal di luar saja baru tidak melihat wujud nyata perkembangan pembangunan di desa, tidak perlu kita uraian silahkan bandingkan saja Dullah laut yang dulu dengan Dullah laut saat ini” jelasnya.

Dijelaskan bahwa gambaran umum Reasalisasi Anggaran Desa di Tahun  2016 terdapat kegiatan pembangunan tambatan perahu, Jalan setapak dan pembagian semen kepada  masing-masing  rumah warga. Untuk Tahun Anggaran  2017 Kegiatan pembangunan Posyandu, ruang tunggu, pemberdayaan masyarakat melalui pemberian bantuan mesin parut dan alat perikanan seperti jaring.

“Meski untuk Tahun 2017 anggaran Tahap II dalam rencana  kegiatan pembangunan jalan setapak senilai Rp. 111 juta memang sama  sekali tidak jalan atau tidak terealisasi” Kata Pjs Kepala Desa mengakui hal itu.

Selain itu, kegiatan perikanan yang berkaitan dengan pengadaan  5 buah spit dan mesin tempel di tahap II tahun anggaran 2017 lalu yang sudah di tetapkan sebagai penerima manfaat di ubah kemudian pembagian ya kepada  orang-orang tertentu dalam rangka tujuan dan maksud tertentu.

Sedangkan di Tahun 2018 kegiatan pengadaan alat tangkap nelayan di bidang  perikanan 5 buah spit dan mesin  di bagi kepada  Masyarakat penerima manfaat  dan pemberian  mesin ketinting 

“Waktu itu juga dalam laporan kan pembelian 290 aki yang dibagikan ke rumah, hampir seluruh masyarakat, kemudian pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan menggelar pasar malam dengan melibatkan kios penjual sembako,minyak tanah serta pengadaan  pakaian paud yang di serahkan ke masing-masing tenaga pengajar” jelasnya.

Menyangkut transparan anggaran dana desa, kata Pjs Kepala Desa, perlu diketahui bahwa Anggaran APBdes itu sebelumnya sudah di publikasikan melalui Baliho, namun  dia mengakui tidak di jaga dengan baik, malah di kasih rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Uraian anggaran APBdes itu pernah di publikasikan melalui medium baliho dipasang di desa  tetapi di kasih rusak,meski demikian perlu di pahami bahwa yang paling penting adalah bisa melakukan cek usulan program kerja dengan kebutuhan anggaran yang terdiri dari program fisik maupun non fisik” katanya.

Menurut pejabat Kepala Desa, pemuda memang perlu menjadi mitra dalam rangka mengawal pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah baik di pusat, Daerah bahkan pada level Desa, namun yang dibutuhkan bukan pemuda yang asal kritis tapi minim data, apalagi jika kritis itu berkaitan dengan kepentingan kelompok tertentu.

“Pemuda yang hebat adalah generasi yang melakukan kritis berupa saran dan masukan tentang persoalan-persoalan yang menyangkut hajat hidup banyak orang, bukan membawa kepentingan sekelompok orang, apalagi tanpa data yang jelas, nanti terkesan asal bunyi” tegasnya.

Yusuf Renur berharap, pemuda bukan hanya memberikan kritikan namun di bareng dengan solusi-solusi yang baik, begitu juga bisa menjadi agen pemersatu masyarakat di desa. Bukan hadir sebagai pemecah bela antara sesama Masyarakat.

“Kita butuh pemuda yang mampu menyatukan fangnanan sebab sejatinya dalam kehidupan bermasyarakat kita dikenal erat dalam hubungan kekeluargaan, nah tanggung jawab pemuda itu menyatukan satu sama lain dalam kerangka falsafah orang Kei yakni Manut aen mehe ni tilur dan Vuut aen mehe ni ngivun”. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *