SABUROmedia, Ambon – Pimpinan Dewan Pengurus Wilayah Forum Guru Muhammadiyah (DPW FGM) Maluku mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang tua siswa terhadap guru SMP PGRI Buano Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku beberapa hari lalu.

Meresponi aksi kekerasan tersebut DPW FGM Maluku mendesak pihak kepolisian Seram Bagian Barat segera mengambil tindakan hukum terhadap pelaku orang tua siswa tersebut.

Sebagai penggiat dalam dunia pendidikan di Maluku saya merasa terpukul mendengar persoalan tersebut, karena ini menyakut dengan dunia pendidikan. Guru selalu menjadi korban kekerasan, padahal guru itu manusia yang terbaik yang terus mengasuh dan mendidik generasi bangsa ini untuk memiliki sikap moral, adab yang satun terhadap guru di masyarakat, “ ujar Sekertaris FGM Maluku, Ismail Borut saat berbincang dengan Saburomedia.com Rabu (11/03/2020).

Borut mengaku cukup memprihatinkan kondisi guru saat ini yang selalu menjadi objek kekerasan, dalam dunia pendidikan sekarang ini guru selalu dipandang sebagai sosok yang di salahkan, dianiaya dan didiskriminasi begitu saja oleh masyarakat.

“ Guru adalah manusia yang termulia yang penuh dedikasi dan pengabdian untuk mendidik, membimbing, mengharapkan anak didik untuk memiliki kualitas pendidikan yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “ tegas Borut.

Untuk diketahui guru yang mengalami tindakan kekerasan kekerasan dalam dunia pendidikan di Seram Bagian Barat (SBB) adalah Dirwan Sombalatu, ia di aniaya oleh orang tua siswa pada 9 Maret 2020 hingga harus dilarikan di rumah sakit akibat luka parah yang dialaminya. Ia mengabdi menjadi guru hampir 20 tahun sebagai tenaga honorer pada SMP PGRI Buano Kecamatan Humual Belakang, SBB. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *