SABUROmedia, Ambon– Baru-baru ini dikeluarkan peraturan Bupati Kepulauan Tanimbar yang menginstrusikan keepada tiap-tiap desa untuk memberikan perhatian khusus kepada para pelayannya. Peraturan  ini disambut baik oleh oleh para kepala Desa, tak terkecuali beberapa Kepala Desa di Kecamatan Kormomolin.

Di tahun 2018 beberapa Desa di Kecamatan Kormomolin melalui Alokasi Dana Desa (ADD) mengalokasikan dana sejumlah 30 Juta per Desa untuk membeli mobil yang diperuntungkan bagi Pastor Paroki. Harapannya dengan adanya mobil tersebut dapat memudahkan Pastor Paroki untuk melayani umatnya di Paroki Alusi. Namun, apa yang diharapkan tidak sesuai kenyataan yang di dapat. Perintah Bupati tersebut ternyata hayalah Pemberi Harapan Palsu (PHP).

Tertanggal 03 Oktober 2018 dana sejumlah Rp. 240.400 (Dua ratus empat puluh juta empat ratus ribu rupiah) telah ditransfer ke Rekening Pribadi sdr. Rano Fatlolon yang notabenenya adalah anak Bupati Kepulauan Tanimbar. Walaupun uang sudah ditransfer sejak Oktober tahun 2019 sebelum dimulainya Pemilihan Umum 2019, sampai saat ini bulan Januari 2020 mobil Avansa yang katanya akan dibelikan tidak kunjung muncul.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal PMKRI Saumlaki, Welem Dandirwali menyesalkan kejadian itu, “ Kami sangat menyesali kejadian ini, bagi kami ini sangat merugikan masyarakat maupun umat di Paroki Alusi, “ ujarnya kepada Saburomedia.com Kamis (23/02/2020).

Menurutnya, bagaimana mungkin dana untuk kepentingan umat sengaja dilenyapkan. Kondisi ini dapat mengganggu pelayanan Pastor Paroki, apalagi uang sudah ditransfer namun barangnya belum ada.

Kami menyarankan kepada pihak yang merasa dirugikan untuk segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib dan harus diusut tuntas. Karena ini sangat merugikan, apalagi dana yang digunakan adalah berasal dari Alokasi Dana Desa tahun 2018 dan sekarang sudah tahun 2020, sementara barangnya tidak, ini akan berakibat buruk juga bagi desa yang sudah mengalokasikan dananya namun tidak ada bukti fisik/barangnya.

“ Kami berharap kejadian ini tidak boleh terulang lagi, dan yang bersangkutan harus bertanggungjawab terhadap dana yang sudah ditransfer ke rekening pribadi yang bersangkutan, “ harapnya. (SM-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *