SABUROmedia,  Piru: Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bakti 2019-2024 segera dilantik. Prosesi pengambilan sumpah pengurus rencananya  akan digelar di Gedung Hatu Telu  Piru,  Kamis (28/11) besok. 

Dipastikan ikut hadir dalam acara Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Henry Yosodiningrat dan sejumlah pengurus DPP,  dan Ketua DPD rovinsi Maluku  M.Yani Salampessy Serta Wakapolda Maluku beserta rombongan. Ikut hadir juga Bupati Seram Bagian Barat Drs.M Yasin Payapo serta sejumlah SKPD Kabupaten Seram Bagian Barat.

” Ketua umum Granat beserta Pengurus DPP dipastikan hadir sekaligus melantik pengurus DPC Granat SBB,  ” ujar Sekretaris DPC SBB,  Laode Anwar Tiha S.Sos, kepada Saburomedia.com via seluler,  Rabu (27/11).

Tiha menjelaskan, pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Granat Kabupaten Seram Bagian Barat  menjadi momentum untuk mempertegas urgensi gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mencegah, menanggulangi dan memberantas kerawanan peredaran dan penyalahgunaan narkotika,  Sehingga Mari kita sukseskan bersama agenda pelantikan DPC GRANAT Kab SBB ini.

“ Jujur kami selaku pengurus DPC Granat sangat merasa bangga dan sangat merasa terhormat karna selama proses pelantikan DPC baru pernah terjadi pelantikan kami di hadiri langsung ketua Umum DPP Granat beserta sekjen dan pengurus DPP Granat serta di hadiri 8 ketua DPD Granat se indonesia. Kehadiran petinggi DPP Granat dapat memberi warnah baru kepada Saka Mese Nusa sehingga masyarakat akan sadar dan dapat mengetahui apa itu bahaya Narkoba, “ jelasnya.

Ditambahkannya, tren penggunaan narkoba di Indonesia makin hari makin meningkat. Di Indonesia hingga saat ini yang terdata sebagai pengguna narkoba telah menembus angka 6 juta jiwa, itu sama dengan 3 x jumlah seluruh penduduk di Provinsi Maluku. Target peredaran Narkotika dan obat-obat terlarang Bukan hanya di wilayah Jawa atau Indonesia Barat saja Namun kita di Maluku khususnya Seram Bagian Barat pun telah menjadi target pasar penjualan barang terlarang ini, Mulai dari pelajar, mahasiswa, aktivis, cendekiawan, pegawai negeri, para pejabat, para politisi bahkan oknum aparat penegak hukum ada yg mengkonsumsi barang haram tersebut.

” Kehadiran GRANAT di Seram Bagian Barat kiranya dapat menjadi solusi dalam melawan Narkoba di Kabupaten berjuluk Saka Mese Nusa ini, ” pungkasnya. 

Granat SBB lanjut Tiha akan mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba,  selain itu  Granat SBB juga bergerak untuk mencegah generasi muda dari penggunaan narkoba, dari sekolah ke sekolah, Desa ke desa, Kecamatan ke kecamatan. Untuk itu Tagline yang kami Usung adalah “Naroba Jang Lai,Ale pake Ale Mati” .

” Harapannya kedepan langkah preventif (pencegahan) dan represif (penindakan) pemerintah daerah bersama dengan aparat penegak hukum, serta masyarakat menjadi langkah taktis dan strategis untuk mengatasi permasalah narkotika yang benar-benar mengena, berdampak, memberikan efek jera, tepat masalah dan tepat sasaran,  ” tandas Tiha. (SM-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *