SABUROmedia, Ambon – Proklamasi kemerdekaan menjadi menjadi momentum bersejarah yang menandai bebasnya bangsa indonesia dari belunggu penjajahan tepat pada tanggal 17 agustus 1945 Indonesia resmi menyatakan kemerdekaan.
Dengan momentum itu, generasi muda massa kini perlu mengingat dan menghargai setiap tetesan dara dan keringat yang telah di cucurkan para pahlawan bangsa,yang rela berkorban hingga nyawa demi kemerdekaan negara tercinta.
Sebagai warga negara punya hak dan kewajiban untuk memperingati momentum bersejarah tersebut dengan cara-cara/desain masing.
” kami Serikat Mahasiswa Pemuda Pelajar Tam (SEMPAT) sadar bahwa kami bagian dari bangsa Indonesia,maka kewajiban kami adalah memperingati momentum 17 agustus 2020 dengan beda flim perjuangan sudirman yang berlangsung di kedai rakyat kota Tual,” ujar koordinator Semppat, Rusdi Bugis, kemarin.
Film tersebut kata Rusdi juga memperlihatkan taktik dan strategi perjuangan Jendral Soedirman yang membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu. Dia juga bersembunyi di balik hutan-hutan Jawa untuk melakukan penyerangan.
Tujuan dari pada kegitan yang di laksanakan oleh teman”SEMPPAT serikat mahasiswa pemuda pelajar Tam,untuk bagaimna membangun kembali semngat perjuangan generasi penerus selain itu untuk meningkatkan potensi,kapasitas dan kemampuan seluruh generasi muda dan libih khususnya generasi pulau tam segala segi aspek,dan menjalankan subungan silaturrahmi antara sesepu SEMPPAT,teman”OKP CIPAYIS PLES PMII HMI GMI dan okp lainya teman”dari panguyuban tiap”ohoi dan kecamatan.
” Alhamdulillah kegitan berjalan lancar aman sampai selesai,parpartisipasi dan dukungan dari bapak ibu atau dari semua lembaga untuk acara kami saya insani letsoin biasa di panggil sanex dari ketua WK I bagian kaderisasi SEMPPAT nengucpkan terimah kasih sebesar besarnya, “ujarnya.
Jadikan perbedaan sebagai sebuah keunikan dalam berbangsa dan bernegara agar terlihat indah dengan banyaknya warna dan janganlah menjadikan sebuah perbedaan sebagai kesombongan akan rasa paling benar dalam berpikir dan bertindak karena perbedaan yang mengakibatkan perpecahan yang membuat bangsa dan negara lemah. (SM)