SABUROmedia, Ambon – Plt Kadis Pariwisata & Ekonomi Kreatif Maluku, Bapak Prof. Dr. Ir. Marcus Jozef Pattinama, DEA, yang mewakili Bapak Gubernur Maluku membuka secara resmi Musda IX DPD Asita Maluku Periode 2020 – 2025, Rabu (12/8/2020) secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting kemarin. Selain Musda, Asita juga melaksanakan Webinar Nasional yang diikuti anggota ASITA dengan topik : “ Konsolidasi ASITA & Kolaborasi Pemerintah Menjemput Peluang Industri Pariwisata Maluku Menuju Era New Normal Covid-19 “, dengan menghadirkan para pembicara nasional, yaitu Ketua Umum DPP ASITA, Ibu DR. N. Rusmiati, S.Si., M.Si, Direktur Pemasaran Kemenparekraf RI, Bapak Dr. Raden Sigit Witjaksono, S.Hub.Int, Direktur Ambon Promotion Board, Bapak Ewin Ahmad Mesfer dan Bapak Marcus J. Pattinama sendiri, yang dipandu Hostnya Ahmad Ilham Sipahutar, Sekretaris DPD Asita Maluku Periode 2016 – 2020.
Dalam Sambutan sebagai Narasumber Webinar Nasional ini, beliau menyampaikan siap bersinergi dan berkolaborasi dengan DPD Asita Maluku terpilih nantinya. Beliau berpesan mari kita “ Manis – Manis, saling baku bungkus “, kita hindari lomba palungku, sehingga kita semua bisa berkolaborasi bersama membangun industri Pariwisata daerah, khususnya pasca pandemic ini kedepan,” pesan beliau.
Pembangunan Pariwisata Maluku berbasis Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Maluku, yang berfocus pada Pulau Banda. Kemudian baru ke Pulau Buru, Ambon, SBT, Kei dan KKT, yang kesemuannya itu masuk satu kawasan, yang berfocus pada Pulau Banda. Jadi kedepan, orang ke Ambon jika tidak singgah ke Banda belum lengkap, jelas Plt Kadis Pariwisata ini, dalam forum daring ini.
Guru Besar Fakultas Pertanian Unpatti ini menambahkan bahwa Pulau Banda sudah terkenal dari berabad – abad yang lalu, melalui jalur rempah – rempah yang dirintis, kemudian Perjanjian kreda, lanjut masa pengasingan tokoh – tokoh founding father bangsa ini, mulai bung Hatta Syahrir, Cipto Mangunkusumo dan Iwa Kusuma Sumantri yang sudah meletakan dasar-dasar kemerdekaan bangsa dan negara ini di Pulau Banda saat itu.
“Jadi Jassmerah, jangan melupakan Maluku, khususnya Pulau Banda, jika hal ini terjadi, maka saya akan mempertanyakan integritas bangsa Indonesia ini,”tegas beliau.
Maluku mempunyai 1340 Pulau, membutuhkan kolaborasi unsur Pentahelix Pariwisata, yaitu Pemerintah, Komunitas, Akademisi, Bisnis dan Media tentunya kedepan, khususnya membangkitkan kembali Pariwisata Maluku menuju New Normal nantinya.
Maluku harus mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Pusat kedepan, khususnya Maluku harus masuk Destinasi Prioritas secara nasional, sehingga berbagai Proyek Strategis Nasional dalam rangka mendukung infrastruktur Daerah Tujuan Wisata tersebut bisa maksimal kedepan, ujarnya. Sebagai contoh, Bandara Pulau Banda, Maluku Tengah, kedepan harus ada perpanjangan runway dari 900 meter ke 1400 meter, begitu juga Bandara Pattimura Ambon maupun Kab Kota lain di Maluku. Bapak Presiden RI, Ir Jokowi berharap kedepan sector pariwisata menjadi motor utama penggerak ekonomi nasional kita, dimasa Bapak Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc sebagai Menteri Pariwisata, kita penyumbang Devisa tertinggi ke 2 saat itu, jelas beliau.
Sementara itu, Ahmad Ilham Sipahutar, Ketua terpilih dalam Musda IX Asita Maluku ini, yang ditemui Saburomedia.com, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Narasumber Webinar Nasional.
Mantan Ketua BPC Hipmi Kota Ambon ini berharap bisa bersinergi dan berkolaborasi terkait berbagai program Pariwisata, khususnya Dinas Parekraf Maluku dan Kab / Kota nantinya.
” DPD Asita Maluku juga mendorong lahirnya segera Badan Promosi Pariwisata Daerah Maluku, sesuai amanat UU No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan,” tutupnya.(SM)