SABUROmedia, Ambon — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menjadi tuan rumah pada kegiatan Rapat Pembahasan Manajemen Risiko dalam Penyusunan Sistem Logistik Pemilu 4.0 Gelombang III yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 5 Hotel Santika Ambon selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Ketua KPU Provinsi Maluku, M. Shaddek Fuad, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta kegiatan.

Ia berharap pelaksanaan rapat dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan pembahasan yang mendukung penguatan manajemen logistik Pemilu.

Selanjutnya, Anggota KPU RI Ketua Divisi Perencanaan, Keuangan, Umum, Rumah Tangga, dan Logistik, Yulianto Sudrajat, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rapat Pembahasan Manajemen Risiko dalam Penyusunan Sistem Logistik Pemilu 4.0 Gelombang III.

Dalam sambutannya, Yulianto Sudrajat menekankan pentingnya manajemen risiko dalam penyusunan sistem logistik Pemilu sebagai bagian dari upaya memastikan pengelolaan logistik dapat dilaksanakan secara efektif, terencana, dan akuntabel. Dan juga pentingnya membangun sistem pengelolaan logistik yang mampu menjawab beragam tantangan di lapangan, khususnya kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPU dalam memperkuat manajemen risiko dan tata kelola sistem logistik Pemilu 4.0, sehingga pengelolaan logistik dapat dilakukan secara lebih terukur serta mampu mendukung kelancaran pelaksanaan tahapan Pemilu. Logistik 4.0 pada dasarnya merupakan proses pengembangan sistem digital dan modernisasi seluruh proses, mulai dari perencanaan, produksi, pengadaan, pengaturan, pengemasan, distribusi, hingga pengendalian.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal KPU RI Suryadi beserta jajaran, Ketua dan Anggota KPU Provinsi Maluku dan Sekretaris KPU Provinsi Maluku, serta peserta kegiatan dari 14 Provinsi. (SM)