SABUROmedia, Jakarta — Muktamar ke-XIII Al Jam’iyatul Washliyah resmi dibuka pada Selasa (07/07/2026) di Asrama Haji (Wisma Haji) Pondok Gede, Jakarta Timur. Perhelatan akbar organisasi Islam yang berdiri sejak 1930 itu dibuka oleh Ketua MPR RI, H Ahmad Muzani.

Pembukaan muktamar berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan kader, pengurus wilayah, pengurus daerah, serta para peninjau dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia Penyelenggara Muktamar XXIII Al Jam`iyatul Washliyah (Al-Washliyah), Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menegaskan bahwa perhelatan akbar lima tahunan ini menjadi momentum krusial untuk melakukan konsolidasi total, baik secara ideologis maupun organisasi.

Ahmad Doli Kurnia memaparkan bahwa panitia pelaksana telah merancang Muktamar XXIII ini tidak hanya sebatas agenda seremonial atau suksesi kepemimpinan, melainkan sebagai wadah perumusan masa depan Al-Washliyah.

Merumuskan program kerja lima tahun ke depan yang adapatif terhadap tantangan zaman, termasuk respon terhadap disrupsi digital dan kemandirian ekonomi umat.

” Kami berharap Muktamar XXIII ini tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi total untuk melahirkan rekomendasi-rekomendasi konkret bagi kemaslahatan umat, bangsa dan negara,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Doli Kurnia juga mengajak semua Peserta Muktamar dan mengharapkan agar Ketua Umum PB Al-Washliyah saat ini, Dr. KH Msyhuril Khamis., SH., MM dapat terpilih kembali memimpin PB Al-Washliyah kedepan.

Sementara itu, Ketua MPR RI H Ahmad Muzani dalam amanahnya menyampaikan, Indonesia sangat beruntung memiliki organisasi keagamaan seperti Alwashliyah karena mempunyai kader di daerah-daerah, di kampung-kampung kecil dan terpencil yang dakwahnya menjadi inspirasi dan membangun semangat optimisme bagi masyarakat yang ekonominya masih di bawah.

” Coba bayangkan, kalau tidak ada organisasi keagamaan seperti Al Washliyah ini, betapa beratnya beban negara untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, Al Washliyah telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga moral bangsa sekaligus memperkuat persatuan nasional.

“ Al Washliyah telah membuktikan diri sebagai pilar strategis dalam menjaga moral bangsa dan memperkokoh persatuan nasional. Muktamar XIII ini harus menjadi momentum melahirkan gagasan besar untuk menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks,” ujarnya saat membuka muktamar.

Muzani juga mengapresiasi perjuangan guru-guru Alwashliyah di pelosok. Meski gajinya kecil dan tidak sebanding dengan biaya hidup, namun semangat mengajarnya sangat tinggi.

Dalam kesempatan itu Ketua MPR juga memberikan nasehat kepada para guru dan kaum wanita, agar memanfaatkan kemajuan informasi teknologi dengan baik.
” semuanya sekarang ada di handphone. Mau belajar menjadi pengusaha, mau membuat kue, mau bikin rendang, mau buka warung bisa di handphone. Tidak usah belajar jauh-jauh. Jadi manfaatkanlah Medsos itu dengan baik dan jangan jadi korban,” pinta Muzani.

Jika ponsel dimanfaatkan dengan baik, lanjut Muzani, maka alat komunikasi itu bisa menopang ekonomi para guru di mana pun lokasi mengajarnya.

Ketua MPR juga menekankan pentingnya organisasi kemasyarakatan Islam untuk terus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika global tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Sedangkan Ketua Umum PB Al Washliyah DR. KH. Masyhuril Kamis, mengatakan dakwah utama yang diperjuangkan oleh Alwashliyah selain pendidikan adalah untuk membentengi umat dari bahaya kerusakan moral. Terutama sekali masalah LGBT yang semakin meluas.

“ Ini menjadi fokus gerakan dakwah Alwashliyah mengingat penyebarannya sudah sangat masif,” ujarnya.

KH Masyhuril Khamis juga mengapresiasi semangat bermuktamar seluruh kadernya yang datang dari jauh dengan biaya sendiri dan kondisi seadanya. Ada yang naik kapal laut, naik bus bahkan ada yang naik sepeda dari gunung ke pelabuhan untuk selanjutnya naik kapal dengan rute bersambung-sambung.

Muktamar XXIII sendiri diikuti kurang 1000 peserta dari 38 Pengurus Wilayah se-Indonesia, 7 Organisasi Bagian, 198 Pengurus Daerah, Sejumlah Pengurus Luar Negeri seperti dari Malaysia, Inggris/Eropa dan Amerika Serikat, para Rektor/Kepala Sekolah Tinggi Al Washliyah dan jajaran PB Al Washliyah lainnya.

Tampak di deretan kursi tamu, para pejabat tinggi dan tokoh masyarakat antara lain Ketua MUI KH Abdul Manan Ghani, Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Ketua BAZNAS RI Sodik Mujahid, Wamendes, Ahmad Riza Patria, Duta Besar Palestina untuk Indonesia HE Mr. Abdalfatah AK Alsattari Kepala BIN Z Huda.

Selain Ahmad Muzani, juga ikut memberi Berbagai Ketua BAZNAS Sodik Mujahid. Pada saat bantuan itu ditandatangani MoU program kerjasama dan uang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru-guru Alwashliyah senilai Rp. 500 juta pada tahap pertama dan 500 juta pada tahap berikutnya.

Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga ikut memberikan pencerahan hajatan lima tahunan Ormas Islam Besar yang lahir di Medan, Sumatera Utara, tahun 1930 ini. Diantaranya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti., M.Ed, Menteri Haji dan Umrah, KH. Mochammad Irfan Yusuf, Menteri Menteri Agama, Prof Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ketua Baznas RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid., M.Sc, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid., SS., M.Si, Wakil Menteri Agama RI, Prof. Dr. Romo HR Muhammad Syafi’i., SH., M.Hum dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Gebyar Muktamar Alwahliyah ke XXIII akan lebih semarak, karena selain acara inti juga ada hiburan. Di acara pembukaannya akan tampil Orkes Gambus Noor El Sabah dari Malaysia. (SM)