Oleh :
Anos Yeremias

SABUROmedia — Silaturahmi Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, dengan insan pers bukan sekadar agenda komunikasi. Pertemuan tersebut memberi gambaran mengenai arah kepemimpinan Kodam XV/Pattimura dalam memandang pembangunan Maluku secara lebih komprehensif.

Menariknya, Pangdam tidak hanya berbicara mengenai aspek pertahanan dan keamanan.

Beliau justru menempatkan keamanan sebagai prasyarat utama bagi percepatan pembangunan daerah. Paling tidak terdapat lima isu strategis yang mengemuka.

Pertama, menjaga stabilitas keamanan sebagai modal dasar pembangunan.
Tanpa situasi yang aman dan kondusif, investasi, pelayanan publik, maupun aktivitas ekonomi akan sulit berkembang. Karena itu, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kebutuhan bersama.

Kedua, dukungan terhadap percepatan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
Pernyataan Pangdam menunjukkan optimisme bahwa penyelesaian persoalan lahan mulai menemukan titik terang. Apabila proyek ini berjalan sesuai rencana, Maluku berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional di kawasan timur Indonesia.

Ketiga, perhatian terhadap tata kelola sektor kelautan dan perikanan.
Sebagai provinsi kepulauan, Maluku memiliki potensi laut yang sangat besar. Namun, nilai tambah ekonomi yang diterima masyarakat masih belum optimal.

Gagasan Pangdam untuk mengidentifikasi berbagai persoalan regulasi dan tata kelola merupakan langkah yang patut diapresiasi agar kekayaan laut benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Maluku.

Keempat, pentingnya menjaga iklim investasi. Investor membutuhkan kepastian hukum, keamanan, dan stabilitas sosial.
Oleh karena itu, keamanan bukan hanya urusan aparat, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Kelima, perhatian terhadap potensi budaya dan pariwisata Maluku Barat Daya, khususnya tradisi pacuan kuda.
Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya dipandang dari sisi ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya lokal yang dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sebagai Anggota DPRD Provinsi Maluku, saya memandang berbagai gagasan tersebut merupakan energi positif yang perlu didukung bersama.

Keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Semoga sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, DPRD, dunia usaha, insan pers, dan seluruh masyarakat terus diperkuat sehingga Maluku semakin aman, maju, berdaya saing, dan sejahtera. Keamanan yang terjaga adalah fondasi pembangunan. Pembangunan yang berhasil adalah jalan menuju kesejahteraan rakyat.

*** Penulis adalah Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Maluku