SABUROmedia, Ambon — Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat sebanyak 62 kasus HIV selama periode Januari hingga Februari 2026.

Tercatat, pada Januari terdapat 52 kasus, sementara Februari tercatat 10 kasus. Data tersebut merupakan laporan resmi yang dihimpun dari fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di Kota Ambon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, kepada Media, di Kantor Balai Kota Ambon, Kamis (05/03/2026), membenarkan angka tersebut.

Beliau menjelaskan, seluruh perkara yang dicatat telah melalui prosedur pemeriksaan dan pelaporan sesuai standar yang berlaku.

“ Pada bulan Januari ada 52 kasus dan 10 Februari kasus, sehingga total dua bulan terakhir ini sebanyak 62 kasus. Itu adalah kasus yang terdata di Dinas Kesehatan saja,” ujarnya.

Berdasarkan data sejak tahun 2023 hingga akhir Desember 2025, jumlah kasus yang teridentifikasi mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, penurunan tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Pemerintah daerah bersama berbagai pihak.

Berbagai Program edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV/ AIDS terus digencarkan melalui fasilitas kesehatan, sekolah, komunitas serta kelompok masyarakat lainnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan aktif melakukan pemeriksaan atau skrining dini bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko. Dengan deteksi lebih awal, pasien dapat segera mendapatkan terapi anti retroviral (ARV) sehingga kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.

” Kami terus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula penanganannya. Pengobatan HIV saat ini sudah tersedia dan dapat diakses di fasilitas kesehatan,” Ungkap Johan Stefanus Norimarna.

Dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kota Ambon juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta komunitas peduli HIV/AIDS. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjangkau kelompok rentan, melakukan pendampingan kepada orang dengan HIV (ODHIV), hingga memberikan edukasi langsung di lapangan.

Peran LSM dan komunitas tersebut, lanjut Norimarna, membantu pemerintah membangun kesadaran masyarakat, mengurangi stigma, serta memastikan ODHIV tetap konsisten menjalani pengobatan. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif karena dilakukan secara persuasif dan berkelanjutan.

Lngkah kedepan, Dinas Kesehatan Kota Ambon akan terus memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit, puskesmas, laboratorium serta organisasi dan komunitas peduli HIV/AIDS guna memastikan program pencegahan dan pengendalian berjalan optimal sepanjang tahun 2026. (SM)