SABUROmedia, Malteng — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Maluku Tengah menggelar kegiatan perkaderan baitul arqam bagi tenaga pendidik amal usaha Muhammadiyah Maluku Tengah, yang dilaksanakan selama tiga hari dari 11 – 13 Juni 2026, yang di pusatkan di SMA Muhammadiyah Maluku Tengah, Jalan Sultan Hasanudin, Kec. Masohi, Kab. Maluku Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ideologi, pemahaman al-islam dan kemuhammadiyahan (aik), serta pembinaan karakter bagi sivitas akademika umri agar semakin memahami nilai-nilai perjuangan muhammadiyah dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, Ketua PDM Maluku Tengah, Irhamdi Achmad menyampaikan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Maluku Tengah terus berkembang, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek sarana prasarana dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ia berharap seluruh pengelola dan tenaga pendidik di lingkungan AUM terus berkomitmen memajukan dunia pendidikan dengan semangat slogan Muhammadiyah, “ Hidupkan Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”, pintanya.

Staf Ahli Bupati Maluku Tengah Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Zahlul Ikhsan., S.KM yang mewakili Bupati, dalam sambutannya sekaligus membuka, menegaskan bahwa baitul arqam memiliki peran penting dalam membangun semangat pengabdian dan memperkuat identitas sivitas akademika sebagai bagian dari gerakan dakwah muhammadiyah.
Dalam sambutannya Bupati yang dbacakannya, menekankan pentingnya tiga asas utama yang harus dipahami setiap kader Muhammadiyah, yakni Tauhid, Islam, dan Muhammadiyah sebagai landasan kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.
Zahlul Ikhsan menegaskan bahwa menjadi warga Muhammadiyah berarti meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kepemimpinan, akhlak, dan kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan bahwa kader Muhammadiyah harus memiliki budaya literasi yang kuat.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Maluku, Soenari bersama Anggota Tim Instruktur Majelis Pendidikan Kaders Sumber Daya Insani (MPKSDI) Muhamadiyah Maluku, Husein Mamang yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM ) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, menyatakan bahwa amal usaha muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat kaderisasi dan pembentukan karakter islami yang berkemajuan.
“ Melalui kegiatan baitul arqam ini, kami ingin memperkuat ruh bermuhammadiyah di lingkungan PDM. Tenaga kependidikan bukan hanya menjalankan tugas profesional, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan pengembangan peradaban islam berkemajuan,” ujarnya
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga nilai-nilai aik dapat diimplementasikan dalam budaya kerja, pelayanan akademik, dan kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.
“ Kami ingin seluruh Peserta memiliki semangat pengabdian, integritas, dan loyalitas yang kuat terhadap persyarikatan serta terus berkontribusi dalam memajukan PDM Malteng biar unggul dan berdaya saing,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PDM Malteng terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan unggul di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas, semangat dakwah, dan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam mendukung kemajuan persyarikatan dan bangsa. (SM)