SABUROmedia, Ambon – Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Investasi (LPEKIN) BKPRMI Provinsi Maluku menggelar Coffee Talk BKPRMI ” Dakwah & Entrepreneur Sharing Session ” di Café Pelangi, Jalan Kapiten Yongke Soa Bali, Kel Silale, Kota Ambon, pada Minggu siang (31/05/2026).
Pelaksana Kegiatan, Sekretaris Wilayah LPEKIN BKPRMI Maluku, Mustaqim Rumasukun., S.Si ke SM menyampaikan bahwa kegiatan ini berfokus pada diskusi, networking dan pengembangan kapasitas pemuda melalui wirausaha berbasis nilai-nilai dakwah, ucapnya.
Bersama para narasumber inspiratif yang coba kami hadirkan, yakni : Saiful Chaniago., SE – Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Hi Amirudin., SE., M.Si – Anggota Komisi III DPRD Maluku, Drs Arifin Rumra – Ketua BPW Hipka Maluku & Gapensi Maluku, Habib H. Rifqi Alhamid., S.Kom., M.Si – Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon serta Ahmad Ilham Sipahutar, ST., M.Si – Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku, jelasnya.
Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar yang juga tampil sebagai salah satu narasumber menyampaikan kegiatan ini bagus, dimana menggabungkan semangat syiar agama dengan kemandirian finansial bagi generasi muda dan remaja masjid, berbagi Inspirasi dengan menghadirkan kisah sukses anak daerah yang berhasil menembus panggung nasional, Ungkapnya.
“ Anak muda hebat bukan hanya yang banyak bicara tentang mimpi, tetapi mereka yang berani belajar, berjejaring, dan menghadirkan manfaat bagi umat, khususnya Komunitas Pemuda Remaja Masjid, “ ajaknya.
“ Saat ini angka pengangguran sangat tinggi, yang dihasilkan dari lulusan 25-an Perguruan Tinggi di Maluku bisa di angka 10 – 15 ribu/ tahun, sementara kita tidak mempunyai kawasan industri yang mampu menyerap pasar kerja massal, hanya sector formal yang jumlahnya sangat kecil. Maka tidak ada jalan lain, kita harus mendorong agar terjadi percepatan operasional lapangan abadi Blok Masela, dimana sudah sejak 1998 hingga saat ini masih belum, dimana bernilai USD 20,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun ini untuk segera beroperasi dahulu, semua hambatan – hambatan kita taktisi bersama, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Indonesia Timur untuk mendukung pembangunan di Maluku, termasuk penciptaan lapangan pekerjaan massal nantinya, Pinta Ilham, yang juga mantan Ketua KADIN Kota Ambon ini.
Dia juga berharap, melalui diskusi ini kita terus mendorong agar PT Maluku Energi Abadi bisa serius bersama Pemerintah Provinsi Maluku untuk mewujudkan hal ini, harapnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Saiful Chaniago, membagikan pengalaman perjalanan kariernya dari Maluku hingga dipercaya menduduki posisi strategis di tingkat nasional saat menjadi narasumber dalam kegiatan Coffee Talk BKPRMI Maluku.
Menurutnya, anak-anak daerah, termasuk generasi muda Maluku, memiliki peluang yang sama untuk meraih kesuksesan dan berkontribusi bagi bangsa apabila mampu membangun kapasitas diri serta rekam jejak yang baik.
“ Saya selalu percaya bahwa kesuksesan bisa diraih di mana saja, baik di Maluku maupun di tingkat nasional. Kuncinya ada pada diri kita sendiri. Jika ingin berhasil di level nasional, kita harus bersungguh-sungguh, sabar menghadapi tantangan, dan konsisten dalam proses perjuangan,” ujar Chaniago.
Ia mengisahkan bahwa perjalanan menuju jabatan yang kini diembannya bukanlah sesuatu yang instan. Sejak mulai berkiprah di tingkat nasional pada 2015, dirinya harus meninggalkan Ambon dan menghadapi berbagai tantangan selama hampir satu dekade sebelum akhirnya memperoleh kepercayaan menduduki posisi Komisaris Utama PT PLN Energi Gas.
“ Alhamdulillah, saat ini saya dipercaya mengemban salah satu jabatan strategis. Namun pencapaian itu tidak datang begitu saja. Ada proses panjang yang harus dilalui dengan penuh kesabaran dan komitmen,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Chaniago juga mengajak generasi muda Maluku untuk tidak merasa minder dalam bersaing dengan sumber daya manusia dari daerah lain. Ia menilai putra-putri Maluku memiliki kemampuan yang tidak kalah apabila terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing.
Selain berbagi pengalaman karier, Chaniago turut menyinggung pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai kemajuan Maluku membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan.
Pada kesempatan yang sama, Chaniago juga menegaskan komitmennya untuk ikut mendorong percepatan pengembangan Proyek Gas Abadi Masela dan berbagai program energi strategis lainnya yang dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Maluku.
Sedangkan Anggota Komisi III DPRD Maluku, Hi Amirudin., SE., M.Si menyampaikan bahwa kondisi APBD Maluku saat ini sangat memprihatinkan, dimana kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD), dimana pemotongan berkisar antara 4% hingga 5%, bahkan ada yang mencapai 45% hingga 50% tergantung pada jenis dana dan kebijakan kementerian teknis.
Beliau juga menyoroti berbagai Proyek Strategis Nasional yang masuk di Maluku, dimana kemudian semuanya dikerjakan oleh Pengusaha Nasional, sehingga tidak berdampak langsung bagi Maluku.
“ Semua PSN, baik Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan dan banyak lagi, dimonopoli Pengusaha luar Maluku, Pekerja juga didatangkan dari luar hingga material juga didatangkan dari luar, sehingga secara ekonomi tidak berefek langsung bagi kesejahteraan Masyarakat Maluku, “ Ungkapnya.

Dia berharap, kedepan Pemerintah harus melahirkan kebijakan yang mewajibkan mereka harus Jo dengan Pengusaha Lokal, dimana lokasi PSN itu berlangsung, sehingga berimbas secara ekonomi ke daerah. Melalui kegiatan seperti ini, dan dukungan semua pihak, dia berharap Blok Masela segera bisa beroperasi secepatnya, agar bisa membantu APBD Maluku kedepannya, pintanya, yang juga Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional Maluku ini.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta seputar pengembangan diri, kepemimpinan, dunia usaha, hingga peluang generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Maluku dan Indonesia. (SM)