SABUROmedia, Ambon – Perselisihan klaim kepemilikan lahan di kawasan pertokoan Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kembali memanas, dimana Proyek Pasar Apung Batumerah yang akan dibangun, juga berdiri Masjid Al-Ma’ruf yang akan dibongkar viral beberapa waktu ini.

Seperti diketahui sebelumnya, Kantor Advokat Luthfi Sanaky., SH., MH & Group, selaku kuasa hukum dari Incanto Capital Limited, secara resmi melayangkan surat peringatan (somasi) keras kepada pihak yang diduga melakukan aktivitas pembangunan tanpa izin di atas lahan milik klien mereka.

Surat bernomor 19/LS/V/2026 tertanggal 5 Mei 2026 tersebut ditujukan kepada Alham Valeo (CV. Alice To Madalle) dan Mece Tanihatu (Pemilik Toko Indojaya). Dalam surat tersebut, pihak kuasa hukum menuntut penghentian seluruh aktivitas pembangunan dan pembongkaran bangunan yang dianggap illegal, dimana sementara ini melakukan pembangunan lapak los baru dan proyek Pasar Apung Batumerah.

Luthfi Sanaky., SH., MH bersama tim hukumnya menyatakan bahwa aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh Alham Valeo dan Mece Tanihatu sejak April 2026 tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Ambon, hal ini berpotensi Pelanggaran Hukum, tegasnya.

” Perbuatan tersebut merupakan perbuatan melawan hak dan melawan hukum karena dilakukan tanpa persetujuan klien kami sebagai pemilik sah,” ucapnya.

Mengikuti hal tersebut, dimana sebelumnya juga beredar berita acara kesepakatan pembongkaran Masjid bersama PemNeg Batumerah, Ketua PW ISNU Maluku, Dr. Iwan Rumalean meminta semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah untuk memastikan agar tidak terburu – buru untuk melakukan pembongkaran Masjid ini, dengan alasan apapun.

Beliau kemudian menyampaikan QS Albaqarah ayat 114, ” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.”, dan beliau berharap kita semua bisa mengambil jalan tengah terhadap eksistensi masjid air mata ini, yang dibangun pasca konflik ambon tahun 1999, pintanya (SM)