SABUROmedia, Kaltim — BPD HIPMI Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIKLATDA) Tahun 2026. Diklatda BPD HIPMI Kaltim menjadi momentum penting untuk melihat arah baru dunia usaha di Kalimantan Timur, dengan mengusung tema “LEVEL UP – Membangun Transformasi Pengusaha Muda Daerah Dalam Mewujudkan Asta Cita Presiden”, Kamis (07/05/2026).
Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul., S.IP., M.Si hadir sebagai narasumber dalam Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIKLATDA) BPD HIPMI Kalimantan Timur di Aula Wira Yudha Korem 091/ASN, Jl. Gajah Mada Kel Bugis Samarinda Kaltim No.11, Bugis, Kec. Samarinda, Kota. Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Danrem 091/ASN juga mengatakan memperkuat peran pengusaha muda dalam agenda ekonomi nasional, termasuk mendukung visi Prabowo Subianto melalui program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
“ Pengusaha muda harus menjadi aktor utama di panggung Asta Cita,” ujarnya Danrem.
Danrem juga menyoroti pentingnya transformasi Hipmi menjadi kekuatan ekonomi anak muda yang terkoneksi dan terkapitalisasi, khususnya dalam menghadapi peluang ekonomi digital dan pasar global.
Sedangkan Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel sebagai narasumber juga, hadir membawakan materi “Success Story”, Ekti Imanuel berbagi perjalanan, pengalaman, serta motivasi membangun semangat kewirausahaan.
Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang dengan kerja keras, konsistensi, disiplin, dan keberanian menghadapi tantangan.
Ekti mengajak generasi muda untuk berani memulai, terus belajar, dan tidak takut gagal.
Menurutnya, dari proses itulah akan lahir pengusaha tangguh yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah. Inovasi dan kreativitas menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan iklim ekonomi yang produktif dan berkelanjutan di Kaltim.
Ahmad Nugraha, salah satu peserta Diklatda menyampaikan bahwa hari ini Kaltim tidak lagi hanya bicara soal tambang. Ada banyak sektor yang mulai tumbuh cepat mulai dari digitalisasi UMKM, F&B, logistik, industri kreatif, hingga peluang besar dari hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), ungkapnya.
” Kita sebagai pengusaha muda, kita tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Kita harus mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, dan berani mengambil peluang. Karena masa depan ekonomi Kaltim akan dimenangkan oleh mereka yang cepat beradaptasi dan berani naik kelas, ” ajaknya
Kegiatan DIKLATDA HIPMI Kaltim turut diisi dengan diskusi interaktif mengenai tantangan dunia usaha, pengembangan jaringan bisnis, serta strategi menghadapi perubahan ekonomi global.

Hadir dalam acara Pelatihan daerah Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Prov. Kaltim Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, Ketua Umum BPD HIPMI Kaltim Andi Adi Wijaya, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Pusat Reynaldo Bryan, Wasekjend BPP HIPMI Jay Aryaputra, Ketua Bidang V BPP HIPMI Pusat Anthony Leong, Ketua Bidang III BPP HIPMI Pusat Afifudin Suhaeli Kalla, Wakil Ketua DPD Kota Samarinda Celni Pita Sari, Sekretaris Umum BPD HIPMI Kaltim Benny Makmur Halim dan Bendahara Umum BPD HIPMI Kaltim Jumadi, para kader HIPMI, mahasiswa, pelaku UMKM, serta unsur kepemudaan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (SM)