SABUROmedia, Ambon — Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Provinsi Maluku menggelar Halal bihalal 1 Syawal 1447H di Hotel Pacific, Jalan Cendrawasih No. 8, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (06/04/2026).
Ketua Panitia adalah Wakil Ketua MPW ICMI Maluku, Dr. Achmad Jais Ely., ST., M.Si, yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, dalam Opening speech nya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur Maluku, Forkopimda dan seluruh tamu undangan lainnya, dan menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan dan yang kurang menyenangkan dalam penyelenggaraan acara.
Menurutnya, kegiatan yang mengangkat Tema : ” Kuatkan Silaturahmi, Teguhkan Iman, Ilmu, Inyegritas dan Peran Kecendekiawan untuk Wujudkan Kemandirian Daerah ” ini juga dalam rangka mendukung Sapta Lawamena, yang merupakan visi pembangunan Maluku yang diusung oleh Bapak Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, yang bertujuan menciptakan Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045, Pungkasnya.
Ketua Umum MPW ICMI Provinsi Maluku, Dr. Ruslan HS Tawari dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Langkah strategis ini diambil guna mempersiapkan Kota Ambon sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar ke-8 ICMI yang akan digelar pada tahun 2026 mendatang.
“ Kami saat ini sedang mengkonsolidasikan pikiran dan tenaga untuk menyukseskan Ambon sebagai tuan rumah Muktamar ICMI yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026,” ujar Ruslan Tawari dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, sejauh ini persiapan pelaksanaan muktamar telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan mendapatkan dukungan penuh. Bahkan, pihaknya telah mendapatkan konfirmasi terkait rencana kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional dalam acara akbar tersebut.
“ Dalam Muktamar nanti, ICMI menargetkan kehadiran sekitar 10 Menteri, serta Presiden Republik Indonesia yang dijadwalkan akan membuka secara resmi kegiatan tersebut,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ruslan Tawari menegaskan bahwa Muktamar ICMI di penghujung 2026 harus menjadi momentum penting untuk menunjukkan kontribusi pemikiran dari kawasan timur Indonesia dalam menentukan arah kebijakan nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang untuk mempromosikan dan memperlihatkan kekuatan nilai-nilai luhur budaya Maluku, khususnya semangat Pela Gandong, sebagai simbol harmoni, toleransi, dan persaudaraan yang kuat.
“ Muktamar ini harus menjadi panggung bagi potensi ekonomi dan keunggulan wilayah kepulauan yang selama ini kita perjuangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku H Abdullah Vanath dalam sambutannya, mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika global.
“ Masyarakat harus bijak menyikapi informasi dan tidak mudah terprovokasi. Stabilitas daerah adalah kunci utama pembangunan,” ujarnya.
Momentum Halal Bihalal ini dimaknai sebagai ruang mempererat komunikasi lintas sektor sekaligus memperkuat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas dini sejak.
Sedangkan Hikmah Halal bihalal 1447H disampaikan oleh Ust Dr Abdurachman., S.Pd., M.Si, Wakil Sekretaris Dewan Pakar MPW ICMI Maluku sekaligus Ketua Yayasan Cendekia Maluku
Beliau berkisah cerita Sahabat Calon Penghuni Surga, dimana ketika para sahabat sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ditengah majelis yang penuh keberkahan itu, tiba-tiba Rasulullah bersabda :
“ Sebentar lagi akan datang kepada kalian seorang laki-laki dari penghuni Surga, ”
Hal ini terus terulang sampai hari ketiga. Hingga Abdullah bin Amr bin Ash merasa sangat ingin mengetahuinya, sampai dia tinggal di rumah lelaki itu selama tiga malam.
Namun Abdullah tidak menemukan yang istimewa, hingga dia memberanikan diri bertanya. Kemudian baru dia mengetahui, setiap malam sebelum tidur dia memaafkan semua orang, dimana dia tidak pernah menyimpan niat buruk terhadap seorang Muslim pun. Dan aku tidak pernah iri kepada siapa pun atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.
Kisah ini mengajarkan bahwa surga tidak hanya diraih dengan ibadah yang tampak besar, tapi juga dengan kebersihan hati: tidak menipu, tidak mendendam, dan tidak iri, Ungkap Ustadz Abdurachman.
Kemudian beliau juga menyampaikan terkait menahan amarah dalam Islam adalah cerminan kekuatan iman dan akhlak mulia yang dijanjikan surga. Rasulullah SAW berwasiat, “Jangan marah,” dan menyarankan untuk diam, mengubah posisi (duduk/ berbaring), membaca ta’awudz, serta berwudhu untuk memadamkan api amarah yang berasal dari setan, hal ini sesuai tuntunan dalam QS. Ali Imran: 134, Ungkapnya, yang juga alumni HMI Komisariat Fakultas KIP Unpatti ini.

Turut hadir Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Direktur Binmas Polda Maluku, Kombes Pol Hujra Soumena., S.IK., MH, Kejaksaan Tinggi Maluku, Sahli Kodam XV Pattimura, KTU Kanwil Kemenag Maluku H. M. Rusydi Latuconsina., S.Ag, Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Aparatur Pemkot Ambon, Fenly Masawoy., S.STP, Rektor Unpatti Prof Dr Fredy Leiwakabessy., M.Pd, Ketua MPW ICMI Maluku Dr Ruslan H. S. Tawari, Ketua PW Muhammadiyah Maluku, DPW BKPRMI Provinsi Maluku, MPD ICMI Orda Kota Ambon, unsur Forkopimda, Pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan OKP Provinsi Maluku. (SM)