SABUROmedia, Ambon – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Maluku Tengah melaksanakan kegiatan seminar ” Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Pesisir” di Desa Sawai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (16/01/2026).

Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, yang hadir, dalam sambutannya, memuji keberanian kader-kader IMM yang memilih meninggalkan kenyamanan kota untuk menyentuh realitas di desa terpencil.

” Saya ingin menyampaikan terima kasih dan rasa bangga saya kepada IMM Maluku Tengah. Kalian ini luar biasa, punya nyali yang berbeda. Kalian berani mengambil tugas berat ini dan melakukannya langsung di kampung,” katanya.

Beliau juga mengkritik fenomena organisasi yang mengklaim memperjuangkan nasib rakyat, namun kegiatannya dilakukan jauh dari sasaran.

” Banyak organisasi bikin kegiatan nelayan, diskusi soal petani, tapi lokasinya di Kota. Lalu kalian mau rekrut nelayan dari mana? Itu salah sasaran menurut saya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Maluku Tengah, Amien Harmady Tuahan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kegiatan seminar ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai kader intelektual.

” Kami sadar bahwa perubahan tidak akan terjadi di meja diskusi kafe. Kami hadir di Sawai untuk memastikan bahwa ilmu yang kami pelajari di kampus dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan nilai ekonomi hasil tangkap warga,” Ungkapnya.

Raja Negeri Sawai, Rahman Mukadar, merasa terhormat desanya menjadi laboratorium pengabdian IMM.

” Kami di Negeri Sawai merasa sangat terbantu dan dihargai. Kehadiran adik-adik mahasiswa bersama Bapak Wakil Gubernur adalah energi baru bagi anak muda dan nelayan kami,” ujarnya.

Apresiasi yang sama juga datang dari Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, yang diwakili Staf Ahli Zahlul Ikhsan.

Bupati dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Maluku Tengah yang telah menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan ini.

” ini adalah wujud nyata kepedulian pemuda dan mahasiswa terhadap pembangunan masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi nelayan di wilayah pesisir. Inisiatif seperti inilah yang kita harapkan: pemuda hadir, berpikir, dan bergerak bersama rakyat,” ujarnya.

Diketahui bahwa Negeri Sawai adalah salah satu negeri di Maluku Tengah yang memiliki potensi luar biasa. Lautnya kaya, hasil ikannya melimpah, dan menjadi sumber kehidupan utama bagi para nelayan.

” Jika potensi ini dikelola dengan baik, maka hasil tangkapan nelayan tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga dapat bernilai ekonomi tinggi, dapat dipasarkan di Maluku Tengah, bahkan hingga ke luar daerah,” jelasnya.

Program seminar ini mencakup manajemen usaha, pelatihan pengemasan produk, dan observasi lapangan untuk memetakan potensi wisata dan perikanan Sawai. (SM)