SABUROmedia, Ambon — Kepolisian Daerah Maluku akan mengambil langkah tegas terhadap setiap pelaku tawuran Pemuda di kawasan UIN Ambon, termasuk upaya paksa mengamankan orang yang membawa senjata tajam (sajam).

Penegasan ini disampaikan Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni., S.IK., MH kepada SM usai kegiatan tatap muka bersama Pemerintah Daerah, Kodam XV/Pattimura dan unsur terkait lainnya dalam membahas penanganan bentrok yang terjadi, Jumat (26/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Kasdam XV/Pattimura bersama Danrem 151/Binaiya, Kabinda Maluku, sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku, Walikota Ambon, Kapolresta Ambon, dan Dandim 1504/Ambon.

Turut hadir hadir Ketua MUI Provinsi Maluku, Prof. Dr. H. Abdullah Latuapo., M.Ag, Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri., Lc., M.Si dan perwakilan sesepuh warga Kabupaten SBT di Kota Ambon.

Kepada awak media, Gubernur Maluku menyampaikan pemerintah daerah tidak menutup mata terkait peristiwa bentrok warga di kawasan Kampus UIN Ambon tersebut. Pemerintah bersama pihak Kepolisian dan Kodam Pattimura tengah melakukan langkah-langkah untuk meredam dan menyelesaikan permasalahan ini.

” Saat ini kami bersama Pak Wakapolda dan Pak Kasdam serta seluruh unsur Forkopimda telah melakukan langkah-langkah agar bagaimana permasalahan ini dapat segera tuntas dengan aman,” katanya.

Menurutnya bentrok yang terjadi di sekitar lingkungan kampus tersebut merupakan peristiwa berulang. “Kami yang hadir malam ini telah sepakat untuk menuntaskan permasalahan ini,” katanya.

Gubernur Hendrik pada kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah bekerja keras untuk terus melakukan pengamanan di area bentrok.

” Aparat kepolisian sudah bekerja keras melakukan pengamanan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kepada masyarakat, Gubernur mengimbau agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.

” Jangan mudah terprovokasi dan terhasut oleh informasi yang belum pasti kebenarannya yang disampaikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ajaknya.