SABUROmedia, SBB — Pelaksanaan Pilkada 2024, mesti menjadi komitmen semua stakeholder untuk menjaga suksesnya Pilkada Serentak Tahun 2024.
Damai dan Lancar dengan tidak menyebar HOAX dan Fitnah, termasuk PWPM Maluku yang merupakan organisasi Kepemudaan yang mesti ikut menjadi bagian dalam mewujudkan Pilkada yang Damai tanpa HOAX.
Hal ini disampaikan Darman Wance, PD Pemuda Muhammadiyah Kab Seram Bagian Barat, menurutnya sangat ironis PWPM Maluku justru terlihat seperti buldozer demokrasi atau alat politik praktis.
Hal ini terlihat dari tuduhan Saudara Farham Sunet, yang merupakan salah satu Staf Ketua di PW Pemuda Muhammadiyah Maluku, terhadap ketidaknetralan Pj.Bupati SBB dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.
” Dimana tuduhan tersebut tanpa dasar alias Hoax dan berpotensi menimbulkan fitnah dan merusak kredibilitas Pj.Bupati SBB, Achmad Jais Elly, ” Ungkapnya.
Kami melihat tuduhan tersebut lebih syarat kepentingan electoral karena beliau juga tercatat sebagai Pengurus Partai PSI Maluku, tentunya subjektifitasnya tinggi karena juga ikut mendukung salah satu Paslon tertentu, bebernya.
” Dia berharap bukan sebagai langkah “fanik” karena Kandidat Calon Gubernur – Wakil Gubernur yang mereka usung atau dukung tingkat keterpilihannya sangat kecil di Kabupaten SBB, ” jelasnya.
Fakta bahwa Kandidat Cagub – Cawagub yang bro “Farham” dukung sangat kecil dukungannya di Kab. SBB sehingga terlihat “dia” lagi berhalusinasi dengan menyebar fitnah dan Hoax berupa tuduhan yang tidak beralasan kepada seorang Pj. Bupati SBB, yang juga Ketua DPP Hena Hetu, Pungkasnya.
” Padahal sejak beliau pimpin, progres sentuhan pelayanan di Kabupaten yang bertajuk Saka Mese Nusa itu mengalami perubahan yang sangat significant, dengan aktif turun ke bawah untuk melihat dan mendengarkan setiap masalah yang ada, ” belanya.
Pj. Bupati SBB sendiri terus berkonsentrasi menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Kabupaten Seram Bagian Barat, dengan turun langsung ke Masyarakat melihat dan menyerap aspirasi Masyarakat untuk kemudian di eksekusi dalam berbagai kebijakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada ditengah -tengah Masyarakat, tambahnya.
Sehingga tuduhan “ketidaknetralan” Pj.Bupati SBB adalah bentuk ketidakinginan perubahan yang telah di lakukan olej Pj. Bupati SBB Jais Elly, sebab di tengah keseriusan beliau melakukan berbagai langkah perubahan masih saja ada orang-orang yang menyebar Hoax dan menjurus kepada fitnah terhadap kredibilitas sosok Dr.M.Jais Ely,M.Si, Sambungnya.
Komitmen Pj.SBB dalam mendukung pelaksanaan Pilkada 2024 sudah sangat jelas, Pj.SBB dan Pemda. Baik secara finansial maupun program berkonsentrasi demi terlaksananya Pilkada 2024. Hal ini terlihat dari komitmen-Nya yang berkolaborasi dengan semua stakeholder dalam menyukseskan Pilkada 2024 di Kabupaten SBB, Ucapnya.
Jadi sangat tidak benar, tuduhan-tuduhan yang di alamatkan ke beliau seperti yang di sampaikan salah satu pengurus PWPM Maluku tersebut, jelasnya.
Kami sebagai Pengurus Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Seram Bagian Barat, justru memberikan apresiasi atas kinerja dan komitmen Pak Jais Elly yang sangat luar biasa dalam melaksanakan berbagai kebijakan dan program serta terobosan Pembangunan dan sangat berkomitmen mengsukseskan Pilkada 2024 di SBB berjalan dengan lancar dan sukses.
Kami sangat menyesali langkah oknum teman-teman PWPM Maluku yang terkesan menyeret Keindependensian PWPM Maluku, dengan membawa-bawa nama PWPM dalam ranah politik praktis, padahal PWPM adalah organisasi kaders, tegasnya.
” yang jangan karena kepentingan politik pribadi PWPM Maluku di pakai sebagai alat kepentingan praktis yang merusak kredibilitas organisasi khususnya PWPM Maluku, ” tegasnya.
PWPM Maluku harus menjaga indefedensi sebagai organisasi kader yang jauh dari keberpihakan politik karena PWPM Maluku adalah organisasi independen yang merupakan rumah besar bagi kader-kader Pemuda Muhammadiyah Maluku yang tentu berdiaspora di berbagai institusi Politik, harapnya.
Dalam moment Pilkada 2024, tuduhan (farham suneth) yang mengatasnamakan PWPM Maluku, tentu tidak pure alias murni atau bebas nilai karena “posisi” sebagai pengurus parpol (PSI Maluku) tertentu yang secara politik memberikan dukungan ke calon gubernur-wakil gubernur tertentu juga sangat berimplikasi bagi Eksistensi Gerak Dakwah PWPM Maluku. (SM)