SABUROmedia, Jakarta – Menjelang pelaksanaan Munas ke-XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang akan digelar pada tanggal 24 – 28 November 2022 di Sriti Convention Hall Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, antusiasme alumni HMI sangat tinggi.

Menjelang pelaksanaan Munas ini, yang akan menjadi ajang regenerasi pimpinan KAHMI dan membahas sikap KAHMI terhadap situasi kontemporer, khususnya menjelang tahun politik 2024.

Seluruh personil Steering Commite (SC) dan Organizing Commite (OC), yang diamanahkan oleh MN KAHMI untuk menjalankan perhelatan yang digelar lima tahun sekali ini juga terus berupaya maksimal demi terselenggaranya kegiatan ini dengan baik, ujar Ketua Panitia (OC) Sabaruddin beberapa waktu yang lalu.

Panitia Seleksi Calon Presidium Majelis Nasional Kahmi Periode 2022 – 2027 sendiri yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Majelis Nasional Kahmi Nomor : 126/SK/MN-Kahmi/IX/2022 di Jakarta Pada Tanggal 17 Safar 1444H yang bertepatan dengan tanggal 13 September 2022M telah mengumumkan 23 Orang nama yang akan dipilih di Forum Munas Kahmi Sebagai Bakal Calon Presidium MN KAHMI.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Team Pansel Prof Dr Laode Kamaluddin melalui Forum Rakor Persiapan Munas KAHMI XI sekaligus Pengumuman Calon Presidium MN KAHMI Periode 2022-2027 secara Virtual, pada Jum’at (11/11/22) dimana mereka akan bertarung memperebutkan suara dari MW dan MD KAHMI Se – Indonesia untuk mengisi 9 (sembilan) slot Presidium MN KAHMI Periode 2022-2027.

Setelah melewati serangkaian proses seleksi oleh Panitia Seleksi, akhirnya ditetapkan calon yang akan dipilih oleh munassirin (Peserta Munas) XI KAHMI secara e-voting di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah nanti, yaitu :

  1. Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung., S.Si., MT, politisi
  2. Dr. Fasli Djalal., Ph.D, akademisi
  3. Ir. E Herman Khaeron., M.Si, politisi
  4. Drs. H. Tamsil Linrung, politisi
  5. Romo HR Muhammad Syafi’i., SH., M.Hum, politisi
  6. Dr. dr., Fahmi Idris, M.Kes, profesional
  7. Dr. Ir, Asep Saifuddin., M.Sc, akademisi
  8. dr. Ulla Nuchrawaty., MM, pengusaha/LSM
  9. Dr. Hery Hermansyah., M.Eng., akademisi
  10. Lely Pelitasari Soerbakty., SP., ME, akademisi
  11. Ridha Saleh, profesional
  12. Saan Mustopa., M.Si, politisi
  13. Hanifah Husein, pengusaha/LSM
  14. Syarfi Hutauruk., MM, pengusaha/LSM
  15. Bahay Farid Yazdi, profesional
  16. Dr. Supardji Ahmad., SH., MH akademisi
  17. Masrokhan Sulaiman, birokrat
  18. Nadhirah Sehan Nur, SP., M.Si briokrat
  19. Muchammad Yana Aditya, pengusaha
  20. Dr. Imam Mujahidin Fahmid, MTDev., MH, birokrat
  21. dr. Taufik Frederick Pasiak, M.Kes., M.Pd.I, akademisi
  22. Drs. H. Manimbang Kahariyadi professional
  23. Fahrul Razi., MIP, politisi.

 

Pansel sendiri terdiri dari Prof. Dr.La Ode M. Kamaluddin selaku Ketua dan merangkap anggota, Dr. Abidinsyah Siregar., DHSM., MBA, M.Kes selaku Sekretaris dan merangkap anggota serta Dr. Nazaruddin Nasution., SH., MH, Prof.Dr.Nurhayati Djamas, Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA, Prof.Dr. Asep Syarifuddin, Dr.Hamdan Zoelva, SH., MH sebagai anggota.

 

Ket Gbr : Ketua Team Pansel Prof Dr La Ode Kamaluddin mengumumkan Hasil Pansel Calon Presidium MN KAHMI Periode 2022-2027 di Forum Rakor MN KAHMI dan Persiapan Munas KAHMI XI di KAHMI CENTRE Jakarta melalui ZOOM MEETING, yang dihadiri  MW KAHMI Se Indonesia, pada Jum’at (11-11)

 

Sebelumnya ada 43 nama yang lulus berkas dan berlanjut kesesi wawancara, namun hanya 40 nama bakal calon langsung yang datang mengikuti tahapan dimaksud bersama Pansel Bakal Calon Presidium MN KAHMI, yaitu : (1) Drs. H. Tamsil Linrung, (2) Dr. Ir H Abdullah Puteh., M.Si (3) Dr. Agung Firman Sampurna (4) Prof. Ahmad Alim Bachri (5) Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung., S.Si., MT (6) Prof. Dr. Arif Satria., SP., M.Si (7) Prof. Asep Saefuddin (8) Bahlil Lahadalia., SE (9) Prof. Euis Amalia (10) Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D (11) Ir. Hanifah Husein (12) Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron., M.Si (13) Drs. Ismed Hasan Putra (14) Prof. Jamaluddin Jompa (15) Ir. H. Kamrussamad., ST., M.Si (16) Leli Pelitasari, ME (17) Prof. M. Aswin (18) Dr. Ir. MFanshurullah Asa, MT (19) Dr. M. Najih (20) Prof. M. Nasih (21) Prof. M. Sasmito Djati (22) Drs. H. Manimbang Kahariady (23) Masrochan Sulaiman, MPA (24) Dr. Muryanto Amin (25) Prof. Nurliah Nurdin (26) Dr. R. Moeslimin Singadjuru (27) Ir. H M. Ridwan Hisyam (28) Dr. Muhammad Rifqinizamy Karsayuda., SH., LLM (29) Saan Mustopa, M.Si (30) M. Sarmuji., SE., M.Si (31) Prof. Suparji Ahmad (32) Dr. Surya Darma (33) Prof. Sylviana Murni (34) Prof drTaruna Ikrar., M. Biomed., Ph.D (35) Dr. Taufiq Pasiak (36) Dr. Ulla Nuchrawaty (37) Prof. Valina Singka Subekti (38) Yana Aditya., MM (39) Prof. Dr Zainudin Amali., SE., M.Si (40) Prof. Dr Zainuddin Maliki., M.Si (41) Zulfikar., M.Si

 

Sementara itu, Marzuki Simatupang anggota KAHMI DIY dalam perbincangan WAG Kahmi berharap bahwa harus ada standar ukur yang ketat soal kepemimpinan nasional termasuk siapa yang jadi Presidium MN KAHMI kedepan, harapnya.

“ 9 Presidium MN KAHMI adalah simbol kepemimpinan keluarga besar HMI dan KAHMI, maka yang harus dipilih adalah tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak sesuai standar di HMI, memiliki karya dan pemikiran yang kuat untuk masa depan HMI, KAHMI, ummat, bangsa dan Negara, disamping mereka akan memimpin jutaan anggota KAHMI, ribuan doktor KAHMI, ratusan Profesor KAHMI, ribuan pejabat, tokoh dari berbagai profesi KAHMI dan akan menjadi teladan ratusan ribu adik-adik HMI, “ tegas beliau.

“ di HMI bisa direkam secara baik track record seorang kader, karena HMI punya mekanismenya pengkaderan formal dari LK 1, LK 2, LK 3 dan Pusdiklat untuk para pimpinan HMI, juga ada sekolah-sekolah tambahan sesuai dengan keinginan keder, seperti Sekolah NDP, Sekolah Ideopoliter stratak,, ada juga training instruktur dasar (TID) untuk calon Master Of Training, senior course (SC), “ sambungnya.

“ Jadi di HMI dan KAHMI bukan tiba-tiba jadi tokoh, istilah Bang Yayat –Mantan Aleg FPGolkar DPR RI bahwa Kader HMI karena menjabat dilembaga tertentu tiba-tiba kita anggap sebagai tokoh dan pemimpin, ini penyakit yang sering kita lihat; merasa menjadi tokoh, “ tutupnya. (SM)