SABUROmedia, Jawa Barat — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan ekosistem riset nasional melalui penyelenggaraan LPS Call for Research (CFR) 2026. Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti oleh lebih dari 700 peserta, dengan 35 finalis terpilih yang telah melalui serangkaian proses seleksi dan penilaian.
Antusiasme masyarakat dalam mendalami tugas dan fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan tren peningkatan signifikan. Fenomena ini terlihat dari membeludaknya partisipasi dalam ajang LPS Call for Research 2026 (LPS CFR 2026) yang diikuti lebih dari 700 peserta, dengan 35 finalis yang berhasil lolos seleksi ketat.
Selamat kepada tim mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Joseph A. Romrome, Arjen RD Sahanaya, dan Grazio M. Wutabisu, yang berhasil meraih Juara III dalam ajang LPS Call for Research 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Bandung.
Adapun judul penelitian: Membangun Financial Resilience di Tengah Ketidakpastian Bencana: Mengungkap Jalur Financial Literacy menuju Institutional Trust dan Disaster-Relevant Use of Formal Financial Services dengan LPS Awareness sebagai Penguat Ketahanan Keuangan Rumah Tangga.
Mengangkat penelitian tentang ketahanan finansial (ketahanan finansial), prestasi ini menunjukkan semangat mahasiswa FEB UNPATTI dalam menghasilkan gagasan dan penelitian yang relevan dengan tantangan ekonomi serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Pattimura mampu bersaing di tingkat nasional melalui kreativitas, pemikiran kritis, dan inovasi berbasis penelitian.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menilai tingginya angka partisipasi ini sebagai sinyal positif atas besarnya minat akademisi, peneliti, hingga praktisi terhadap isu penjaminan simpanan dan sektor keuangan.
” Tahun ini, antusiasmenya sangat menggembirakan, lebih dari 700 peserta mengikuti kompetisi dan 35 finalis terpilih melalui seleksi ketat,” ujar Anggito saat memberikan sambutan pada acara LPS CFR 2026 dan Research Fair 2026 di Bandung, Sabtu (10/10/2026).
Penyelenggaraan tahun ketujuh ini mencatatkan pertumbuhan konsisten. Sebagai perbandingan, LPS menerima 294 makalah pada 2024, yang kemudian meningkat menjadi 402 makalah pada 2025, sebelum akhirnya melonjak drastis tahun ini.

Melalui LPS CFR, LPS berupaya memperluas sumber gagasan dan inovasi yang dapat mendukung perumusan kebijakan berbasis penelitian. Berbagai temuan, pendekatan, dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi upaya penguatan sistem penjaminan serta stabilitas sektor keuangan Indonesia.
Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berani berkompetisi, dan menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat (SM)